TERMiNALNEWS.ID, SEATTLE – Timnas Brasil harus puas meraih satu poin pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Maroko di Lumen Field, Seattle, Sabtu malam waktu setempat. Hasil tersebut langsung memicu kritik terhadap gelandang veteran Casemiro, yang dianggap tampil jauh di bawah harapan.
Brasil yang datang sebagai salah satu favorit juara masih berupaya mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada 2002. Namun, langkah awal pasukan asuhan Carlo Ancelotti tidak berjalan mulus.
Maroko membuka keunggulan pada menit ke-21 melalui gol indah Ismael Saibari yang gagal diantisipasi kiper Brasil, Alisson Becker. Tim Samba kemudian menyamakan kedudukan 10 menit berselang lewat penyelesaian apik Vinicius Junior.
Meski kedua tim terus berupaya mencari gol kemenangan, skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir. Hasil ini membuat Brasil dan Maroko sama-sama mengoleksi satu poin.

Penampilan Casemiro menjadi sorotan utama usai pertandingan. Pada jeda babak pertama, Ancelotti melakukan dua pergantian pemain dengan memasukkan Danilo menggantikan Ibanez dan menarik keluar Casemiro untuk digantikan oleh Fabinho.
Mantan gelandang Manchester United itu dinilai kesulitan mengikuti tempo permainan Maroko. Sejumlah media Brasil dan internasional memberikan penilaian negatif terhadap performanya.
Media olahraga Goal bahkan memberikan nilai 4 dari 10 untuk Casemiro. Mereka menilai pemain berusia 34 tahun tersebut mengalami malam yang buruk di lini tengah, lambat dalam mengimbangi permainan, menerima kartu kuning sebelum turun minum, dan akhirnya ditarik keluar saat jeda pertandingan.
Kritik dari para suporter Brasil di media sosial bahkan lebih tajam. Banyak yang menilai era Casemiro sebagai pemain inti Tim Samba sudah berakhir.
Salah satu akun pendukung Brasil di platform X menulis bahwa Casemiro terlihat lambat, kurang mobilitas, kesulitan menghadapi tekanan lawan, serta tidak lagi mampu mengendalikan permainan seperti pada masa jayanya.
Video yang memperlihatkan Casemiro berlari kembali dengan lambat setelah kehilangan bola juga menjadi viral dan semakin memperkuat kritik terhadapnya.
Sejumlah pendukung Brasil bahkan menilai Casemiro tidak layak menjadi starter di ajang Piala Dunia 2026 dan mendesak Ancelotti untuk memainkan Fabinho sejak menit pertama pada pertandingan berikutnya melawan Haiti.

Fabinho, yang kini berusia 32 tahun, dianggap sebagai opsi yang lebih segar untuk mengisi lini tengah Brasil. Mantan pemain Liverpool tersebut saat ini membela Al-Ittihad di Liga Pro Arab Saudi sejak 2023.
Meski usianya tidak jauh berbeda dengan Casemiro, banyak pendukung Selecao percaya Fabinho mampu memberikan keseimbangan dan energi yang lebih baik saat Brasil menghadapi Haiti pada 19 Juni mendatang.
Casemiro pernah didatangkan Manchester United dari Real Madrid pada 2022 dengan nilai transfer sekitar 70 juta euro. Dengan kurs sekitar Rp18.900 per euro, nilai transfer tersebut setara dengan kurang lebih Rp1,32 triliun.
Meski pernah menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik dunia, penampilan terbarunya bersama Brasil menunjukkan bahwa ia kini menghadapi tekanan besar untuk membuktikan dirinya masih layak menjadi andalan Tim Samba di panggung terbesar sepak bola dunia.


