BerandaNewsNasionalBanpres Pemulihan Usaha Jangkau...

Banpres Pemulihan Usaha Jangkau 38.507 Pengusaha Mikro Terdampak Bencana di Sumbar

TERMINALNEWS.ID, PADANG – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) rehabilitasi usaha mikro senilai Rp115,77 miliar bagi 38.507 pengusaha mikro yang terdampak bencana di Sumatera Barat.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membantu pelaku usaha mikro kembali menjalankan kegiatan usahanya setelah terdampak bencana.

Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Rahmadi, mengatakan total alokasi anggaran Kementerian UMKM untuk program pemulihan pascabencana di Sumatera Barat pada 2026 mencapai Rp119,3 miliar.

Anggaran itu terbagi dalam tiga klaster program, yakni Banpres rehabilitasi usaha mikro, pemberdayaan UMKM, serta Klinik UMKM Minang Bangkit.

“Total alokasi anggaran untuk Provinsi Sumatera Barat pada 2026 sebesar Rp119,3 miliar yang terbagi dalam tiga klaster, yaitu Banpres rehabilitasi usaha mikro, pemberdayaan UMKM, dan Klinik UMKM Bangkit,” ujar Rahmadi saat membuka Sosialisasi Program/Kegiatan Pascabencana Provinsi Sumatera Barat di Padang, Rabu (2/9).

Baca Juga :   Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan

Bantuan Rp3 Juta per Pelaku Usaha

Dalam program Banpres rehabilitasi usaha mikro, setiap pengusaha mikro yang memenuhi persyaratan akan mendapatkan bantuan sebesar Rp3 juta. Dana tersebut ditujukan untuk membantu proses rehabilitasi dan pemulihan usaha setelah terdampak bencana.

1c803dc3 94ab 498a b079 2237c4fbc770
Banpres Pemulihan Usaha Jangkau 38.507 Pengusaha Mikro Terdampak Bencana di Sumbar

Rahmadi menegaskan, proses pendataan calon penerima menjadi salah satu tahapan penting agar bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh pelaku usaha yang membutuhkan.

Untuk mengantisipasi adanya calon penerima yang tidak lolos proses validasi, jumlah pengusaha mikro yang diusulkan akan ditambah 25 persen dari kuota yang tersedia.

“Kalau nanti jumlahnya lebih, data tersebut akan disimpan untuk tahun 2027. Hal ini juga akan memudahkan dinas terkait dalam pendataan pengusaha mikro yang akan menerima Banpres selanjutnya,” kata Rahmadi.

Pelaksanaan Dimulai Akhir September

Sosialisasi program pemulihan tersebut telah dimulai sejak Agustus 2026. Sementara pelaksanaan kegiatan pemberdayaan UMKM direncanakan mulai berlangsung pada akhir September 2026.

Baca Juga :   Arus Balik Menguat, Polisi Siaga Penuh Antisipasi Lonjakan Kendaraan

Pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat akan berperan dalam melakukan validasi data UMKM terdampak bencana. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan penanggung jawab atau person in charge (PIC), sekaligus memastikan kesiapan lokasi dan peserta kegiatan.

Sebanyak 13 kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatera Barat akan dibagi ke dalam tiga regional layanan yang berpusat di Kabupaten Agam, Kota Padang, dan Kepulauan Mentawai.

Pembagian tersebut diharapkan dapat membuat pelaksanaan program lebih efektif dan memastikan bantuan menjangkau pengusaha mikro yang benar-benar membutuhkan.

Rahmadi mengatakan pemulihan UMKM pascabencana membutuhkan koordinasi erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah memastikan akurasi data penerima serta kelancaran pelaksanaan program di lapangan.

“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bersama serta memperkuat sinergi dan koordinasi agar program pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga :   SesKemenkop Sebut Koperasi Berpotensi Berdayakan Masyarakat di Sektor-Sektor Strategis

Pemprov Sumbar Siap Percepat Administrasi

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Endrizal, mengapresiasi langkah pemerintah melalui Kementerian UMKM dalam membantu pemulihan pelaku usaha yang terdampak bencana.

a9018686 6417 4027 ba29 2a0201f1512a
Banpres Pemulihan Usaha Jangkau 38.507 Pengusaha Mikro Terdampak Bencana di Sumbar

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan berupaya mempercepat proses administrasi sekaligus memastikan data calon penerima bantuan memenuhi ketentuan dan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan administrasi ini tepat waktu. Jika memungkinkan, kami akan mempercepatnya sesuai yang dijanjikan Bapak Gubernur dalam rapat sosialisasi sebelumnya, tentunya sesuai dengan aturan yang ada dan berdasarkan data yang akurat,” kata Endrizal.

Program tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mikro di Sumatera Barat bangkit dan kembali menggerakkan roda perekonomian masyarakat setelah bencana.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Era Erick Thohir, Ranking FIFA Indonesia Naik 31 Tingkat dalam Tiga Tahun

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Perjalanan Tim Nasional Indonesia di ranking FIFA menunjukkan...

Kie Raha Galaxy Chess Club Resmi Berdiri, Jadi Wadah Pecatur Maluku Utara se-Jabodetabek

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Komunitas pecatur asal Maluku Utara di wilayah Jabodetabek...

Film Dokumenter Ekspedisi Cicatih Elpala Diputar Perdana di SMA Negeri 68 Jakarta

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Film dokumenter Ekspedisi Cicatih Elpala SMA Negeri 68...

Kapolri Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Polri, Sejumlah Posisi Strategis Berganti

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara...

- A word from our sponsors -