TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Komunitas pecatur asal Maluku Utara di wilayah Jabodetabek resmi memiliki wadah bersama. Kie Raha Galaxy Chess Club terbentuk dan telah terdaftar di Pengurus Pusat Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI).
Pembentukan klub ini menjadi langkah awal untuk mempererat silaturahmi basudara Maluku Utara di perantauan sekaligus mendorong lahirnya pecatur-pecatur berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah melalui olahraga catur.
Ketua Kie Raha Galaxy Chess Club, Muhammad Syukur Mandar, mengatakan klub tersebut tidak sekadar menjadi tempat bermain catur, tetapi juga rumah bersama bagi warga Maluku Utara yang memiliki minat terhadap olahraga tersebut.
“Ini bukan sekadar klub. Ini rumah untuk basudara Maluku Utara yang rindu beradu strategi dan berjuang bersama. Mari kita buktikan anak rantau juga bisa mengharumkan nama daerah lewat olahraga otak,” ujar Muhammad Syukur Mandar.
Menyatukan Pecatur Maluku Utara di Perantauan
Kie Raha Galaxy Chess Club diharapkan menjadi ruang pembinaan sekaligus tempat berkumpulnya para pecatur Maluku Utara di Jabodetabek. Selain memperkuat jejaring dan persaudaraan, klub ini menargetkan pembinaan atlet secara berkelanjutan hingga mampu tampil di berbagai kompetisi tingkat nasional.
Pelatih Kie Raha Galaxy Chess Club, Muhammad Idrus, menegaskan pihaknya akan memulai pembinaan dari tingkat dasar dengan latihan rutin.
“Target kami jelas. Membina dari nol, menggelar latihan rutin, dan mengirim wakil Maluku Utara ke kejuaraan nasional. Catur itu melatih kesabaran dan visi. Dua hal yang dibutuhkan anak muda kita,” katanya.
Perjalanan Panjang Olahraga Catur
Catur memiliki sejarah panjang sebelum berkembang menjadi salah satu cabang olahraga prestasi di Indonesia. Permainan yang menggunakan papan 64 kotak tersebut diyakini berawal dari Chaturanga di India sekitar abad ke-6.
Dari India, permainan itu kemudian menyebar ke Persia dan dunia Arab sebelum berkembang ke Eropa. Aturan catur modern mulai terbentuk pada abad ke-15.
Di Nusantara, catur berkembang setelah diperkenalkan pada masa kolonial Belanda pada abad ke-19. Sejumlah klub catur kemudian tumbuh di berbagai kota, seperti Magelang, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta.
Organisasi catur di Indonesia juga memiliki sejarah panjang. Setelah Indonesia merdeka, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) berdiri pada 17 Agustus 1950. Catur kemudian berkembang sebagai salah satu cabang olahraga prestasi di bawah pembinaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Melalui pembinaan PERCASI, Indonesia telah melahirkan sejumlah pecatur bergelar Grandmaster, di antaranya GM Utut Adianto, GM Susanto Megaranto, dan GM Cerdas Barus, serta dua Woman Grandmaster, WGM Irine Kharisma Sukandar dan WGM Medina Warda Aulia.
Susunan Pengurus Kie Raha Galaxy Chess Club
Untuk menjalankan roda organisasi, Kie Raha Galaxy Chess Club telah membentuk susunan kepengurusan sebagai berikut:
- Pembina: Hi. Yamin Tawary, Nabil Salim, Dr. Labayoni, Syujud Sirajudin, dan Eddy Langkara
- Pelatih: Muhammad Idrus
- Ketua: Muhammad Syukur Mandar
- Wakil Ketua: Steven Kudjame
- Sekretaris: Edos Amana
- Bendahara: Ridwan Soleman dan Fadly Saleh
Dengan terbentuknya kepengurusan tersebut, Kie Raha Galaxy Chess Club diharapkan tidak hanya menjadi komunitas bermain catur, tetapi berkembang menjadi pusat pembinaan pecatur Maluku Utara di Jabodetabek.
Klub ini pun membawa semangat untuk memperkuat persaudaraan sekaligus membuka jalan bagi generasi muda Maluku Utara untuk berprestasi melalui olahraga catur. (Nabil M. Salim)

