TERMINALNEWS.ID, LONDON – Chelsea mengambil keputusan tak terduga pada hari terakhir bursa transfer setelah tetap mengizinkan Enzo Fernandez bergabung dengan Manchester City meski mereka gagal mendatangkan pemain yang diproyeksikan sebagai penggantinya.
Fernandez akhirnya resmi meninggalkan Chelsea dan bergabung dengan Manchester City dengan nilai transfer £125 juta atau sekitar Rp2,7 triliun. Nilai tersebut menjadikan gelandang asal Argentina itu sebagai salah satu transfer terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.
Manchester City sebenarnya telah menjadikan Fernandez sebagai target utama di lini tengah sepanjang musim panas. Namun, proses negosiasi berlangsung hingga hari terakhir bursa transfer.
City awalnya mengajukan tawaran senilai £104 juta atau sekitar Rp2,25 triliun, termasuk sejumlah bonus. Chelsea kemudian menaikkan harga yang mereka minta menjadi £135 juta atau sekitar Rp2,93 triliun.
Pada akhirnya, Chelsea bersedia menurunkan tuntutan mereka menjadi £125 juta (sekitar Rp2,7 triliun) sebagai biaya transfer tetap. Kesepakatan pun tercapai dan Fernandez menandatangani kontrak berdurasi lima tahun bersama Manchester City.
Menariknya, Chelsea sebenarnya memiliki kesempatan untuk membatalkan transfer tersebut.
Chelsea Gagal Mendapatkan Lamine Camara
Chelsea sebelumnya telah menyiapkan Lamine Camara dari AS Monaco sebagai pengganti Fernandez. The Blues bahkan telah mencapai kesepakatan dengan Monaco setelah klub Prancis itu menerima tawaran sebesar £47 juta atau sekitar Rp1,02 triliun.
Camara disebut telah menjalani tes medis dan menandatangani kontrak berdurasi enam tahun bersama Chelsea.
Namun, situasi berubah secara mengejutkan. Monaco disebut membatalkan kesepakatan tersebut, sebuah tindakan yang dianggap Chelsea sangat tidak profesional.

Menurut laporan jurnalis Ben Jacobs, situasi itu berpotensi memengaruhi kepindahan Fernandez ke Manchester City. Chelsea disebut memiliki opsi untuk menghentikan transfer Fernandez setelah gagal mendapatkan Camara.
Liverpool juga dikabarkan sempat menghubungi pihak Camara dan meminta sang pemain untuk menunggu kemungkinan pendekatan pada 2027.
Meski demikian, Chelsea memilih untuk tetap menghormati kesepakatan dengan Manchester City dan Fernandez. Mereka akhirnya melepas sang gelandang meski tidak berhasil mendapatkan pengganti langsung.
Keputusan tersebut membuat kedalaman lini tengah Chelsea kini menjadi perhatian. Romeo Lavia, Moises Caicedo, dan kapten Reece James menjadi beberapa opsi utama untuk mengisi posisi sentral. Malo Gusto bahkan sempat dimainkan di posisi tersebut ketika Chelsea mengalahkan Brighton 4-3 pada akhir pekan.
Fernandez sendiri memang sudah menyampaikan keinginan untuk meninggalkan Chelsea sejak tiga bulan sebelumnya. Ia bahkan sebelumnya telah ditinggalkan dari skuad Chelsea.
Chelsea Tetap Mendapat Keuntungan
Kepindahan Fernandez juga memberikan keuntungan finansial bagi Chelsea. The Blues mendatangkan sang pemain dari Benfica pada Februari 2023 dengan nilai sekitar £106,8 juta atau Rp2,32 triliun.
Dengan menjualnya seharga £125 juta atau sekitar Rp2,7 triliun, Chelsea memperoleh keuntungan sekitar £18 juta atau Rp390 miliar dari transaksi tersebut.
Di Manchester City, Fernandez akan kembali bekerja sama dengan Enzo Maresca, yang sebelumnya pernah bekerja dengannya di Chelsea.
Setelah resmi menjadi pemain City, Fernandez mengungkapkan kegembiraannya. Ia menyebut Manchester City sebagai klub yang sangat sukses dan mengaku siap membantu tim barunya meraih lebih banyak trofi.
“Saya tidak bisa lebih bahagia lagi berada di sini. Saya siap menghadapi tantangan untuk membantu City terus memenangkan trofi,” ujar Fernandez.
Ia juga menegaskan ambisinya untuk terus berkembang bersama skuad City.
“Saya ingin belajar dari rekan-rekan baru saya dan menjadi pemain yang lebih baik. Saya bangga terus meningkatkan permainan saya dan akan memberikan segalanya untuk Manchester City,” katanya.
Dengan transfer senilai Rp2,7 triliun, Fernandez kini memasuki babak baru dalam kariernya bersama Manchester City, sementara Chelsea harus menghadapi musim dengan komposisi lini tengah yang lebih terbatas setelah kehilangan salah satu pemain terpenting mereka.

