TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Baim Wong kembali menunjukkan keseriusannya di industri perfilman Tanah Air melalui film layar lebar terbaru berjudul Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki.
Diproduksi oleh Tiger Wong Entertainment, film ini menjadi proyek komedi pertama yang disutradarai Baim setelah sebelumnya menggarap film bergenre horor, drama keluarga, dan thriller.
Melalui film tersebut, Baim ingin menghadirkan hiburan yang tak hanya mengundang tawa, tetapi juga mengangkat persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, komedi menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan pesan moral dengan cara yang ringan dan mudah diterima penonton.
Dalam acara perkenalan proyek film, Baim mengaku puas dengan perkembangan persiapan produksi. Mulai dari proses reading, pemilihan lokasi, hingga jajaran pemain, seluruh tahapan dinilainya berjalan sesuai harapan.
“Saya puas. Dari awal saya sudah melihat para cast yang luar biasa kuat. Setelah ikut melihat proses reading, hasilnya benar-benar membuat saya semakin yakin kalau film ini akan menjadi sesuatu yang spesial,” ujar Baim.
Ia menjelaskan, setiap film yang disutradarainya selalu membawa pesan tertentu. Jika karya-karya sebelumnya lebih banyak mengangkat nilai keluarga, kali ini ia memilih mengulas isu sosial yang dinilainya cukup sensitif, namun penting untuk dibahas.
“Setiap film saya selalu ada pesan yang ingin saya sampaikan. Kalau dulu saya banyak berbicara soal keluarga karena saya ingin orang-orang merasakan pentingnya keluarga dan waktu bersama. Sekarang ada satu pembahasan yang menurut saya cukup berisiko, tetapi memang harus diangkat karena itu nyata terjadi di masyarakat,” katanya.
Meski begitu, Baim masih merahasiakan tema utama film tersebut. Ia hanya memastikan isu yang diangkat akan dikemas dengan balutan komedi sehingga tetap menghibur dan dapat dinikmati berbagai kalangan.
Berbeda dari proyek-proyek sebelumnya, kali ini Baim tidak banyak terlibat dalam penulisan naskah. Ia mempercayakan pengembangan cerita kepada penulis muda Cassandra Mawardi.
Baim mengungkapkan, naskah yang ditulis Cassandra sejak 2024 itu bahkan telah meraih penghargaan di Indonesia. Setelah membaca sekitar 35 adegan pertama, ia langsung memutuskan untuk memproduksikannya.
“Saya langsung bilang, ‘Ini bagus sekali. Kenapa belum dibuat film?’ Awalnya saya sedang menyiapkan proyek lain, tetapi akhirnya saya batalkan karena merasa cerita ini jauh lebih menarik. Kontribusi saya di naskah mungkin hanya sekitar 10 persen. Selebihnya benar-benar karya Cassandra Mawardi,” ungkapnya.
Sementara itu, Cassandra mengaku sempat mengira pesan dari Baim adalah penipuan lantaran belum pernah mengenalnya secara langsung. Namun setelah bertemu dan mempresentasikan konsep cerita, Baim langsung menyatakan ketertarikannya untuk mengangkat naskah tersebut ke layar lebar.
“Saya tidak menyangka naskah yang saya kerjakan sejak 2024 akhirnya benar-benar akan diproduksi. Selama ini hanya menjadi file di komputer dan saya pikir mungkin tidak akan pernah ada yang membaca sampai selesai. Ternyata Mas Baim menjadi orang pertama yang membaca penuh dan langsung menyukainya,” tutur Cassandra.
Film ini juga diperkuat deretan pemain ternama. Tokoh utama bernama Rizki diperankan oleh Prilly Latuconsina yang akan beradu akting dengan Sarah Sechan, Lukman Sardi, Davina Karamoy, Ririn Dwi Ariyanti, Aming, Ria SW, Indra Birowo, Erick Estrada, Hamish Daud, Fadil Jaidi, Alex Abbad, serta Dhawiya Zaida bersama sejumlah aktor dan aktris lainnya.
Baim menegaskan bahwa seluruh pemain dipilih berdasarkan kecocokan dengan karakter, bukan semata-mata popularitas.

“Hasil reading para pemain sangat kredibel dan sesuai dengan karakter yang kami cari. Saya juga seorang aktor, jadi tahu siapa yang paling tepat memerankan setiap tokoh. Yang saya cari bukan sekadar nama besar, tetapi pemain yang bisa menghidupkan karakternya,” ujarnya.
Menariknya, kedua putra Baim, Kiano Tiger Wong dan Kenzo Eldrago Wong, juga ikut ambil bagian dalam film tersebut. Baim mengaku ingin memberikan pengalaman baru sekaligus melihat perkembangan kemampuan akting kedua anaknya.
Proses syuting dijadwalkan berlangsung sekitar satu bulan dengan mengambil lokasi di Jakarta, kawasan Muara Angke, serta Bulukumba dan Makassar. Menurut Baim, pemilihan lokasi tersebut diharapkan menghadirkan nuansa visual yang segar sekaligus memperkuat cerita.
Ia mengakui, menggarap film komedi memiliki tantangan tersendiri karena membutuhkan keseimbangan antara kekuatan naskah, improvisasi pemain, dan chemistry antarpemeran agar humor terasa alami.
“Kalau terlalu terpaku pada skrip, kadang hasilnya justru tidak lucu. Komedi harus terasa natural. Dialog, ekspresi, sampai chemistry antarpemain harus benar-benar hidup. Itu tantangan terbesar dalam film ini,” jelasnya.
Melalui Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki, Baim berharap dapat menghadirkan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenungkan berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Film ini sekaligus menjadi langkah baru dalam perjalanan kariernya sebagai sutradara dengan mengeksplorasi genre komedi tanpa meninggalkan pesan moral yang menjadi ciri khas karya-karyanya.


