TERMINALNEWS.ID, LONDON — Audi semakin serius menyiapkan pembalap muda asal Inggris, Freddie Slater, untuk naik ke ajang Formula 1. CEO Audi sekaligus tokoh penting dalam pengembangan tim, Mattia Binotto, menegaskan Slater merupakan bagian dari program pembinaan pembalap Audi dan berpeluang mendapatkan kesempatan tampil di F1 dalam waktu dekat.
Slater yang kini berusia 18 tahun menjalani debut di Formula 3 pada 2025. Pada musim 2026, pembalap asal Warwickshire tersebut finis sebagai runner-up klasemen pembalap setelah kalah dari pembalap Amerika Serikat, Ugo Ugochukwu.
Posisi Slater ditentukan pada seri terakhir di Madrid. Ugochukwu tampil lebih baik pada akhir pekan penutup sehingga berhasil menggeser Slater dari puncak klasemen.
Meski gagal merebut gelar F3, performa Slater tetap mendapat perhatian serius dari Audi. Musim depan, ia akan naik ke Formula 2 bersama Invicta Racing sebagai bagian dari jalur pengembangan menuju F1.
Slater Bagian Rencana Audi
Binotto menegaskan Audi telah memasukkan Slater ke dalam program pengembangan pembalap mereka. Menurutnya, kesempatan tampil dalam sesi latihan bebas F1 menjadi bagian dari rencana tersebut.
“Freddie adalah bagian dari program pengembangan pembalap kami. Dia memiliki potensi tinggi dan tampil dengan baik. Dia baru saja finis kedua di kejuaraan,” ujar Binotto kepada F1.
Binotto juga menilai kegagalan Slater mempertahankan posisi teratas hingga seri terakhir di Madrid dapat menjadi pengalaman berharga bagi pembalap muda tersebut.
“Dia memimpin kejuaraan sebelum akhir pekan terakhir di Madrid. Sekarang finis kedua. Saya pikir kami sudah membicarakannya dengan dia. Ini juga bisa menjadi pelajaran yang bagus,” kata Binotto.
Menurut Binotto, hasil tersebut bukan hal yang terlalu penting untuk jangka panjang. Yang jauh lebih menentukan adalah bagaimana Slater berkembang dan tampil pada masa mendatang.
“Tugas-tugas di F1, ya, karena itu merupakan bagian dari rencana pengembangannya,” tegasnya.
Bersiap Tes F1 pada 2026 dan 2027
Audi saat ini memiliki dua kursi pembalap F1 yang ditempati Gabriel Bortoleto dan Nico Hulkenberg. Bortoleto baru berusia 21 tahun, sedangkan Hulkenberg berusia 39 tahun.
Kondisi tersebut membuat Audi memiliki ruang untuk memberikan pengalaman F1 kepada Slater tanpa harus langsung menempatkannya sebagai pembalap utama.
Slater berpeluang mendapatkan kesempatan mengendarai mobil F1 dalam sesi latihan bebas sebelum musim 2026 berakhir. Ia juga berpotensi kembali mendapatkan kesempatan serupa pada 2027.
Langkah tersebut dapat menjadi bagian penting dalam proses adaptasi Slater sebelum benar-benar menjalani debut di Grand Prix.
Jalan Slater Menuju F1
Formula 3 dan Formula 2 merupakan bagian dari jenjang pengembangan pembalap menuju Formula 1. Namun, performa di kedua kategori tersebut bukan satu-satunya syarat untuk tampil di F1.
Seorang pembalap harus memiliki FIA Super Licence. Untuk mendapatkannya, pembalap harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk menyelesaikan sebagian besar dari dua musim penuh di kejuaraan yang memenuhi syarat serta memenuhi persyaratan teori dan perolehan poin.
Slater telah mengumpulkan poin yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan Super Licence. Sebelumnya, ia menjadi juara Italian F4 Championship dan Formula 4 UAE Championship pada 2024.
Dengan hasil tersebut serta pencapaiannya di F3, Slater telah memenuhi ambang batas 40 poin yang diperlukan untuk mendapatkan Super Licence.
Artinya, secara regulasi Slater sudah memiliki persyaratan untuk tampil di grid F1 apabila Audi memutuskan memberinya kesempatan.
Kini, langkah berikutnya adalah membuktikan kemampuannya di Formula 2. Jika perkembangan kariernya berjalan sesuai rencana Audi, pembalap 18 tahun itu bisa semakin dekat dengan debut di kelas tertinggi motorsport dunia.

