TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER — Chief Executive Officer (CEO) Manchester City, Ferran Soriano, menegaskan klubnya menolak keras putusan Premier League terkait dugaan pelanggaran aturan finansial. Soriano menyebut perkara yang menjerat The Citizens berawal dari “satu tuduhan palsu” yang menjadi dasar berbagai tuduhan lainnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Soriano melalui pesan video internal kepada para staf Manchester City pada Selasa, 29 September 2026. Isi video itu kemudian bocor dan diberitakan oleh Daily Mail Sport.
Sebelumnya, Premier League mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut Manchester City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh tuduhan yang telah diajukan terhadap klub tersebut sejak tiga tahun lalu.
Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran serius terhadap aturan finansial Premier League dalam periode musim 2008/09 hingga 2017/18. Manchester City juga dinyatakan bersalah atas sebagian besar tuduhan terkait kegagalan bekerja sama dalam proses investigasi liga.
Soriano Bantah Tuduhan Premier League
Dalam pesan kepada staf, Soriano mengatakan Manchester City telah menyerahkan bukti yang menurutnya menunjukkan tuduhan tersebut tidak benar.
“Ini sama sekali tidak benar. Bukti yang tidak terbantahkan telah diberikan kepada komisi Premier League yang menunjukkan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi dan memang tidak terjadi,” kata Soriano, seperti dikutip Daily Mail Sport.
Menurut Soriano, bukti yang diserahkan klub mencakup laporan rekening bank, transfer uang dan kesaksian sejumlah pihak.
Ia juga menuding tuduhan-tuduhan lain terhadap Manchester City bersumber dari satu tuduhan utama yang dianggapnya keliru.
Soriano menyatakan klub kecewa karena menurutnya komisi independen telah mengabaikan sejumlah besar bukti yang diberikan Manchester City.
Dalam putusannya, Premier League sebelumnya menyebut adanya kontrak dan kesepakatan yang dianggap sebagai “sham” atau kesepakatan semu. Menurut Premier League, kesepakatan tersebut digunakan untuk meningkatkan pendapatan klub dan menekan biaya, dengan sejumlah kontrak didanai oleh Abu Dhabi United Group Investment & Development Ltd (ADUG), pemilik Manchester City.
Manchester City Siapkan Banding
Soriano memastikan Manchester City akan mengajukan banding terhadap putusan tersebut sebelum batas waktu yang ditetapkan, yakni Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurutnya, tim hukum Manchester City akan berargumentasi bahwa putusan komisi mengandung kesalahan material dalam aspek hukum, prinsip maupun fakta.
Soriano juga mengingatkan bahwa Manchester City pernah menghadapi persoalan serupa pada 2020. Saat itu, klub mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) dan memenangkan perkara tersebut.
“Kami akan terus berjuang. Kami akan fokus pada proses banding independen dan semua jalur hukum lain yang tersedia bagi kami untuk memenangkan kasus ini,” ujar Soriano.
Ia juga menegaskan klub akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi Manchester City serta menuntut kompensasi dari pihak yang dinilai merugikan klub.
Sanksi Manchester City Belum Diputuskan
Meski Manchester City telah dinyatakan bersalah atas berbagai tuduhan, jenis hukuman yang akan dijatuhkan belum ditentukan.
Premier League menyatakan masalah sanksi akan dibahas secara terpisah dalam sidang berikutnya bersama komisi independen. Sidang tersebut akan berlangsung secara privat dan rahasia hingga hasilnya dapat dipublikasikan sesuai aturan Premier League.
Sejumlah sanksi berpotensi menjadi opsi, termasuk denda dalam jumlah besar, pengurangan poin, larangan melakukan aktivitas transfer, degradasi, hingga kemungkinan dikeluarkan dari kompetisi Premier League.
Namun, belum ada kepastian mengenai bentuk maupun besaran sanksi yang akan diterima Manchester City. Proses banding juga dapat memengaruhi perjalanan kasus tersebut.
Tidak Ada Nilai Transfer dalam Kasus Ini
Kasus yang dihadapi Manchester City bukan perkara transfer pemain, sehingga tidak terdapat nilai transfer yang perlu dikonversi ke rupiah dalam naskah tersebut.
Jika yang dimaksud adalah nilai denda atau potensi kerugian finansial Manchester City, Premier League sejauh ini belum mengumumkan nominal sanksi tersebut.

