TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Panitia penyelenggara Liga Jakarta U-17 musim 2026 menjatuhkan sanksi tegas kepada dua pemain dari Farama FC dan Bina Taruna yang terlibat perkelahian di area parkir PSF, sekitar pukul 14.20 WIB.
Demikian dikatakan oleh pencetus kompetisi Liga Soeratin Jakarta U-15 dan Liga Jakarta U-17, Erwiyantoro, Sabtu (7/11/2026).
“Berdasarkan keputusan panitia, kedua pemain yang terlibat, masing-masing bernomor punggung 20 dari Farama FC dan nomor punggung 2 dari Bina Taruna, dicoret dari daftar pemain kedua klub untuk sisa pertandingan Liga Jakarta U-17 musim 2026,” ungkap Erwiyantoro.
Panitia dikatakan Erwiyantoro juga akan segera mengirimkan surat resmi kepada kedua klub sebagai bentuk penegasan atas keputusan tersebut.
“Dalam surat itu, kedua klub diminta untuk tidak lagi mendaftarkan kedua pemain bersangkutan hingga kompetisi berakhir,” tandas Erwiyantoro.
Tak hanya pencoretan dari kompetisi, panitia dijelaskan Erwiyantoro juga menyiapkan sanksi tambahan berupa larangan bagi kedua pemain untuk memasuki kawasan PSF.
“Surat keputusan terkait larangan tersebut akan diterbitkan dalam waktu dekat,” kata Erwiyantoro.
Panitia Liga Jakarta U-17 menegaskan bahwa tindakan kedua pemain telah melanggar sejumlah pasal dalam regulasi kompetisi yang berlaku. Karena itu, sanksi dijatuhkan sebagai bentuk penegakan disiplin sekaligus upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas selama kompetisi berlangsung.

Selain memberikan sanksi kepada pemain, panitia juga melayangkan teguran keras kepada ofisial Farama FC dan Bina Taruna.
“Kedua tim diminta meningkatkan pengawasan terhadap pemain dan ofisial agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” lanjut Erwiyantoro.
Panitia berharap seluruh klub peserta Liga Jakarta U-17 dapat menjunjung tinggi nilai sportivitas, disiplin, dan fair play demi menjaga marwah kompetisi hingga berakhir.
Panitia Liga Jakarta U-17 menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan kekerasan yang dapat mencederai semangat olahraga dan mengganggu jalannya kompetisi.
Farama FC Sampaikan Permohonan Maaf
Manajemen Farama FC menyampaikan permohonan maaf kepada panitia Liga Jakarta dan Bina Taruna menyusul insiden keributan yang melibatkan pemainnya dengan pemain Bina Taruna.
Dalam pernyataan resminya, Manajemen Farama FC menyampaikan penyesalan atas tindakan salah satu pemainnya, Abdullah Yusuf Azzam, yang tercatat mengenakan nomor punggung 20.
Tak hanya menyampaikan permohonan maaf, Farama FC juga menyatakan menerima dan mendukung keputusan panitia terkait sanksi pencoretan Abdullah Yusuf Azzam dari kompetisi Liga Jakarta U-17.
Manajemen Farama FC menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk sikap tegas klub terhadap tindakan yang dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai sportivitas dalam sepak bola.
Selain itu, Farama FC juga menyatakan bahwa terhitung sejak pernyataan tersebut dikeluarkan, Abdullah Yusuf Azzam bukan lagi bagian dari keluarga besar Farama FC.
Dengan demikian, apabila di kemudian hari terdapat tindakan atau persoalan yang merugikan pihak lain dengan mengatasnamakan Abdullah Yusuf Azzam, Manajemen Farama FC menegaskan bahwa hal tersebut sudah tidak memiliki keterkaitan dengan tim.
Melalui pernyataan tersebut, Farama FC kembali menyampaikan permohonan maaf kepada panitia Liga Jakarta dan Bina Taruna atas kegaduhan yang terjadi.
Manajemen klub juga menegaskan komitmennya untuk tidak menoleransi tindakan yang mencederai sportivitas dan menciptakan keributan di lingkungan sepak bola.
“Kami sepakat bahwa tindakan seperti ini tidak dapat ditoleransi. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan seluruh pihak dapat terus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dalam olahraga,” demikian sikap Manajemen Farama FC dalam pernyataan resminya.

