TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER – Manchester United dikabarkan mulai mempertimbangkan Eddie Howe sebagai kandidat pengganti Michael Carrick jika klub memutuskan untuk memecat pelatih tersebut dalam beberapa hari atau pekan mendatang.
Posisi Carrick di kursi pelatih Manchester United semakin tertekan menyusul hasil buruk yang diraih tim pada awal musim ini. Kekalahan 0-2 dari Chelsea dalam lanjutan Liga Inggris akhir pekan lalu semakin memperburuk situasi di Old Trafford.
Dalam pertandingan tersebut, Manchester United harus bermain dengan 10 pemain setelah bek Lisandro Martinez menerima kartu merah. Bek asal Argentina itu juga dianggap melakukan kesalahan yang berujung pada hadiah penalti bagi Chelsea.
Cole Palmer sukses mengeksekusi penalti tersebut untuk membawa Chelsea unggul 2-0. Hasil itu sekaligus memperpanjang catatan buruk Manchester United menjadi sembilan pertandingan tanpa kemenangan di seluruh kompetisi.
Tekanan terhadap Carrick pun semakin besar. Meski demikian, tidak sedikit pendukung Manchester United yang menilai sang pelatih bukan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas keterpurukan tim. Mereka masih menyanyikan nama Carrick, sembari melontarkan kritik kepada para pemain.
Di tengah ketidakpastian masa depan Carrick, nama Eddie Howe mencuat sebagai salah satu kandidat kuat penggantinya.
Menurut laporan jurnalis Alan Nixon, Howe memiliki ketertarikan untuk menangani Manchester United. Namun, mantan pelatih Newcastle United tersebut masih memiliki sejumlah pertimbangan sebelum menerima tawaran dari klub berjuluk Setan Merah itu.
Salah satu hal yang ingin dipastikan Howe adalah struktur pengambilan keputusan, khususnya terkait kewenangan dalam perekrutan pemain.
Howe dikabarkan ingin mengetahui siapa yang akan bertanggung jawab atas aktivitas transfer Manchester United. Ia juga menginginkan ruang untuk terlibat dalam proses perekrutan pemain atau memiliki orang kepercayaan yang menangani departemen tersebut.
Minta Kejelasan Struktur Transfer
Persoalan kewenangan transfer menjadi salah satu pertimbangan penting bagi Howe sebelum mengambil pekerjaan di Old Trafford.
Manchester United sendiri disebut tengah mempertimbangkan perubahan dalam departemen pencarian bakat atau pemandu pemain (scouting). Namun, Jason Wilcox sejauh ini dikabarkan masih aman dalam posisinya.
Howe juga tidak terburu-buru untuk kembali menangani klub baru. Ia diyakini ingin memastikan Manchester United memiliki struktur organisasi yang jelas, terutama dalam urusan perekrutan pemain, sebelum memutuskan menerima pekerjaan tersebut.
Meski demikian, peluang Manchester United memberikan kendali penuh atas aktivitas transfer kepada Howe dinilai tidak terlalu besar. Dalam sepak bola modern, banyak klub besar menerapkan sistem perekrutan terpusat yang melibatkan direktur olahraga, direktur teknik, dan departemen pencari bakat, bukan menyerahkan seluruh keputusan kepada pelatih kepala.
Carrick Terancam Kehilangan Jabatan
Sementara itu, masa depan Carrick masih menjadi tanda tanya. Rentetan sembilan pertandingan tanpa kemenangan menjadi catatan yang sulit diabaikan oleh manajemen Manchester United.
Memang, buruknya performa tim tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab Carrick. Sejumlah pemain dinilai gagal menunjukkan penampilan sesuai harapan. Namun, manajemen klub juga tidak mungkin melakukan perombakan besar-besaran terhadap skuad, terlebih ketika bursa transfer sedang tidak dibuka.
Manchester United membutuhkan sosok pelatih yang mampu memaksimalkan potensi pemain yang tersedia sekaligus mengembalikan kepercayaan diri dan kekompakan tim.
Situasi di ruang ganti juga menjadi perhatian. Penampilan para pemain belakangan ini memunculkan pertanyaan mengenai apakah mereka masih sepenuhnya mendukung Carrick.
Manajemen kini dihadapkan pada keputusan sulit: mempertahankan Carrick dengan harapan situasi segera membaik atau mencari pelatih baru yang dianggap mampu mengangkat performa tim.
Jika pemecatan benar-benar terjadi, Eddie Howe berpeluang menjadi salah satu nama terdepan. Namun, kejelasan struktur manajemen dan kewenangan dalam urusan transfer tampaknya akan menjadi faktor penentu sebelum pelatih asal Inggris tersebut bersedia mengambil alih Manchester United.

