TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER — Masa depan Erling Haaland di Manchester City mulai menjadi sorotan setelah klub tersebut dilaporkan dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League.
Jika pada akhirnya City dijatuhi hukuman degradasi, Haaland disebut-sebut tidak berniat ikut bermain di kasta kedua Liga Inggris. Al Jazeera
Putusan tersebut dilaporkan keluar pada Jumat, 25 September 2026. Namun, sanksi terhadap Manchester City belum ditentukan. Hukuman yang mungkin dijatuhkan dapat berupa pengurangan poin, denda, pencabutan gelar, hingga degradasi. City juga diperkirakan akan mengajukan banding. Al Jazeera
Haaland disebut tak mau bermain di Championship
Menurut laporan Football Insider yang dikutip dalam naskah awal, sejumlah klub elite Eropa mulai memantau situasi Haaland.
Arsenal dan Real Madrid disebut telah melakukan kontak dengan perwakilan striker asal Norwegia tersebut, sementara Barcelona juga dikabarkan tertarik.
Haaland disebut tidak memiliki keinginan untuk bertahan di Manchester City apabila klub harus turun kasta. Meski demikian, laporan lain menyebut kontrak Haaland maupun sejumlah pemain City tidak memiliki klausul pelepasan otomatis apabila klub terdegradasi. TalkSport
Haaland saat ini terikat kontrak jangka panjang dengan City hingga 2034. Ia juga dilaporkan menerima gaji sekitar £500 ribu per pekan, atau sekitar Rp11,9 miliar per pekan dengan asumsi kurs £1 = Rp23.824. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp619 miliar per tahun. Investing.com Indonesia
Sejak bergabung dari Borussia Dortmund pada 2022, Haaland disebut telah mencetak 169 gol dalam 205 penampilan bersama Manchester City.
Manchester City telah menghadapi perkara ini sejak Premier League mengajukan 115 dugaan pelanggaran pada Februari 2023. Dugaan tersebut berkaitan dengan periode 2009 hingga 2018, termasuk persoalan laporan keuangan, remunerasi pemain dan manajer, aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR), regulasi UEFA, serta kerja sama dengan penyelidikan Premier League.
Laporan mengenai putusan menyebut City dinyatakan bersalah atas 114 perkara dan hanya satu tuduhan yang tidak terbukti. Namun, putusan tersebut belum menjadi akhir proses hukum karena City berencana mengajukan banding. Reuters
Manchester City tetap mempertahankan posisinya bahwa klub tidak melakukan pelanggaran seperti yang dituduhkan. CEO City, Ferran Soriano, pada 28 September 2026 juga menegaskan bahwa klub akan terus berjuang membersihkan namanya. Reuters
Rincian 115 dugaan pelanggaran City
Berikut pembagian tuduhan yang diajukan Premier League:
- 54 dugaan pelanggaran terkait kegagalan memberikan informasi keuangan yang akurat mengenai kondisi finansial klub pada 2009/10 hingga 2017/18.
- 35 dugaan pelanggaran terkait kegagalan bekerja sama dan membantu penyelidikan Premier League pada Desember 2018 hingga Februari 2023.
- 14 dugaan pelanggaran terkait kegagalan memberikan informasi lengkap mengenai pembayaran kepada manajer pada 2009/10 hingga 2012/13 serta pemain pada 2010/11 hingga 2015/16.
- 7 dugaan pelanggaran terhadap aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR) Premier League pada 2015/16 hingga 2017/18.
- 5 dugaan pelanggaran terhadap regulasi UEFA, termasuk aturan lisensi klub dan Financial Fair Play (FFP), pada 2013/14 hingga 2017/18.

