TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER – Legenda Manchester United, George Best, pernah memberikan pujian tinggi kepada Paul Scholes setelah gelandang tersebut memutuskan pensiun dari sepak bola internasional bersama timnas Inggris pada usia 29 tahun.
Best, legenda asal Irlandia Utara yang meninggal dunia pada November 2005 dalam usia 58 tahun, merupakan salah satu pemain terbesar dalam sejarah Manchester United. Ia juga menjadi salah satu dari sedikit pemain Britania Raya yang pernah memenangkan penghargaan Ballon d’Or.
Pada 1968, Best membantu Manchester United meraih Piala Eropa, sekaligus memenangkan dua gelar liga Inggris. Bersama Sir Bobby Charlton dan Denis Law, ia kemudian dikenal sebagai bagian dari “Holy Trinity” Manchester United.
Statistik George Best di Manchester United
| Statistik | Catatan |
|---|---|
| Penampilan | 470 |
| Gol | 179 |
| Assist | 61 |
| Gelar First Division | 2 |
| Piala Eropa | 1 |
Reputasi Best sebagai pemain kelas dunia membuat penilaiannya terhadap talenta sepak bola Inggris sangat dihormati. Salah satu pemain yang secara khusus ia kagumi adalah Paul Scholes.
Paul Scholes Pensiun dari Timnas Inggris pada 2004
Scholes memutuskan mengakhiri karier internasionalnya pada 2004. Saat itu, ia baru berusia 29 tahun dan telah mencatatkan 66 penampilan untuk Inggris sejak melakukan debut pada 1997.
Keputusan tersebut diambil setelah Inggris tersingkir dari Euro 2004 di perempat final oleh Portugal. Scholes menjadi starter dalam seluruh pertandingan Inggris di turnamen tersebut, tetapi lebih sering dimainkan di sisi kiri lini tengah karena Steven Gerrard dan Frank Lampard menjadi pilihan utama di posisi sentral.
Scholes kala itu mengatakan keputusannya bukan sesuatu yang dibuat secara terburu-buru.
“Ini adalah keputusan yang tidak saya ambil dengan mudah. Saya sudah mempertimbangkan untuk pensiun dari sepak bola internasional selama beberapa waktu.”
Sempat muncul klaim bahwa Scholes tidak memiliki hubungan yang baik dengan pelatih Inggris saat itu, Sven-Goran Eriksson. Namun, Scholes menegaskan alasan utamanya adalah keinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya.
Statistik Paul Scholes di Premier League
| Statistik | Catatan |
|---|---|
| Penampilan | 499 |
| Gol | 107 |
| Assist | 55 |
| Penghargaan Player of the Month | 4 |
| Gelar Premier League | 11 |
Bertahun-tahun kemudian, Scholes mengakui bahwa dirinya sedikit menyesali keputusan tersebut. Ia menjelaskan bahwa memiliki keluarga muda membuat perjalanan panjang bersama timnas Inggris terasa sulit.
Scholes juga membantah bahwa penempatannya di sisi kiri lini tengah menjadi alasan utama dirinya meninggalkan timnas.
Menurutnya, setelah kembali fokus kepada Manchester United, perannya berubah. Sir Alex Ferguson kemudian menariknya lebih dalam ke lini tengah sehingga Scholes dapat mengontrol permainan dari area yang lebih jauh dari kotak penalti.
George Best: “Inggris Kehilangan Pemain Terbaiknya”
Keputusan Scholes untuk pensiun dari timnas pada usia yang relatif muda mendapat perhatian luas, termasuk dari George Best.
Best bahkan menilai Inggris kehilangan pemain terbaiknya saat itu.
“Sejujurnya, saya pikir Inggris telah kehilangan pemain terbaik mereka. Dia adalah pemain paling konsisten dan paling berbakat secara alami yang kami miliki dalam waktu yang sangat lama.”
Best kemudian menambahkan bahwa kepergian Scholes akan meninggalkan kekosongan yang sulit untuk diisi.
Pujian tersebut menunjukkan betapa tingginya penghargaan Best terhadap kemampuan Scholes. Bagi sang legenda Manchester United, Scholes bukan hanya gelandang dengan kemampuan teknis luar biasa, tetapi juga pemain yang memiliki konsistensi dan bakat alami.
Scholes sendiri akhirnya tetap menjadi bagian penting dari sejarah Manchester United. Ia mencatatkan 499 penampilan di Premier League, mencetak 107 gol, dan memenangkan 11 gelar Premier League.
Penampilan terakhirnya bersama Manchester United terjadi pada Mei 2013, hampir satu dekade setelah ia memutuskan mengakhiri karier internasionalnya bersama Inggris.

