TERMINALNEWS.ID, SURAKARTA – Upaya mendokumentasikan dan menggali kekayaan seni tradisi Jawa kembali dilakukan melalui Survei Data dan Penelitian Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–25 September 2026 di wilayah Surakarta dan Karanganyar, Jawa Tengah.
Ketua Pelaksana Penelitian dari Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Eddie Karsito mengatakan kegiatan ini melibatkan sejumlah maestro wayang orang yang namanya telah dikenal dalam perkembangan seni pertunjukan tradisional Jawa.
“Mereka adalah Ki Asmorohadi, Ki Manteb Sudarsono, Ki Tristuti Rahmadi, serta Ki Undung Wiyono Projo Sasmito,” ungkap Eddie Karsito.
Survei tersebut dijelaskan Eddie Karsito diarahkan untuk mendokumentasikan naskah-naskah wayang orang karya para maestro.
“Dokumentasi ini menjadi bagian penting dalam upaya mencatat, mengkaji, sekaligus menjaga keberadaan karya seni tradisi agar tetap memiliki rekam jejak yang dapat dipelajari oleh generasi berikutnya,” jelas Eddie Karsito.

Diakuinya, Wayang orang tidak hanya merupakan seni pertunjukan, tetapi juga menyimpan berbagai unsur kebudayaan, mulai dari cerita, sastra, karakter tokoh, dialog, hingga nilai-nilai kehidupan yang berkembang di masyarakat.
“Dengan adanya penelitian dan dokumentasi naskah, berbagai karya yang selama ini berkembang melalui tradisi pertunjukan diharapkan dapat terdokumentasi secara lebih sistematis,” tuturnya.
Kegiatan ini tercantum dalam materi informasi yang membawa identitas Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Data Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta Manuskrip Humaniora.
Eddie Karsito menjelaskan juga bahwa pemilihan Surakarta dan Karanganyar sebagai lokasi kegiatan juga menempatkan wilayah tersebut sebagai ruang penting dalam penelusuran jejak seni pertunjukan tradisional Jawa, khususnya wayang orang.
“Melalui survei ini, dokumentasi terhadap naskah karya para maestro diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian warisan budaya sekaligus menyediakan bahan penelitian bagi masyarakat, seniman, maupun generasi muda yang ingin mempelajari perkembangan wayang orang,” papar Eddie Karsito.
Survei Data dan Penelitian Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro akan berlangsung selama lima hari, 21 hingga 25 September 2026, di Surakarta dan Karanganyar.
Penelitian tersebut nantinya menurut Eddie Karsito akan diterbitkan dalam bentuk buku oleh Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan.
Didukung Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan RI dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melalui program Program Pemanfaatan Hasil Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2025 – 2026.

