TERMINALNEWS.ID, LONDON – Mantan bintang Timnas Inggris dan Premier League, Raheem Sterling, akhirnya angkat bicara di media sosial setelah mengaku bersalah dalam kasus kecelakaan Lamborghini Urus yang terjadi pada Mei 2026.
Sterling mengunggah sejumlah foto dan video melalui Instagram dengan keterangan singkat, “Progress Over Perfection” atau “Kemajuan, bukan kesempurnaan”. Unggahan tersebut memperlihatkan aktivitasnya, mulai dari pertemuan bisnis, bermain sepak bola dalam ruangan, hingga latihan di pusat kebugaran.
Dalam salah satu foto, Sterling juga membagikan tulisan grafiti berbunyi, “The goal is simple. Be better than yesterday”, yang berarti “Tujuannya sederhana: menjadi lebih baik daripada kemarin.”
Unggahan tersebut menjadi pernyataan publik pertama Sterling setelah menjalani persidangan di Basingstoke Magistrates’ Court pada 15 September 2026.
Mengaku bersalah atas tiga perkara
Sterling, 31 tahun, mengaku bersalah atas tuduhan mengemudi secara berbahaya, memiliki nitrous oxide (gas tertawa) untuk penggunaan yang salah, serta gagal memberikan spesimen kepada polisi.
Kasus tersebut bermula dari kecelakaan tunggal pada 28 Mei 2026. Sterling mengendarai Lamborghini Urus di sejumlah ruas jalan, termasuk M25 dan M3, sebelum kendaraan tersebut mengalami kecelakaan di dekat Minley Interchange, Hampshire.
Menurut keterangan di pengadilan, Sterling terlihat menghirup nitrous oxide dari balon ketika mengemudikan mobil. Polisi juga menemukan enam tabung nitrous oxide di dalam kendaraannya. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat dan tidak ada korban luka dalam kecelakaan tersebut.
Lamborghini Urus yang dikendarai Sterling diketahui merupakan mobil mewah dengan nilai sekitar £270 ribu. Jika dikonversikan menggunakan kurs sekitar £1 = Rp23.727, nilainya mencapai sekitar Rp6,41 miliar.
Sterling mengakui memiliki masalah dengan nitrous oxide
Dalam proses hukum, Sterling disebut mengakui kepada polisi bahwa dirinya memiliki masalah dengan penggunaan nitrous oxide.
Rekaman bodycam saat penangkapan juga menunjukkan adanya tabung nitrous oxide dan balon di dalam mobil. Jaksa menyampaikan bahwa Sterling mengalami gangguan sehingga tidak mampu melakukan sejumlah tes dasar yang diberikan polisi setelah kejadian.
Sterling kemudian menerima tanggung jawab atas tindakannya dan menyatakan bersalah atas perkara yang didakwakan kepadanya.
Terancam hukuman penjara
Setelah pengakuan bersalah tersebut, Sterling masih menunggu keputusan hukuman. Pengadilan menjadwalkan sidang berikutnya pada 25 November 2026.
Sterling telah dikenai larangan mengemudi sementara hingga proses hukumnya berlanjut. Berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk perkara tersebut, ia dapat menghadapi hukuman maksimal dua tahun penjara, selain denda dan larangan mengemudi.
Namun, keputusan akhir mengenai hukuman belum dijatuhkan. Pengadilan akan mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum menentukan hukuman Sterling, termasuk pengakuan bersalahnya dan kondisi kasus tersebut.
Masa depan sepak bola Sterling
Kasus ini datang ketika karier Sterling memang sedang berada dalam periode penuh ketidakpastian.
Ia terakhir bermain untuk klub Belanda Feyenoord dengan status pinjaman dan hanya mencatat delapan penampilan di seluruh kompetisi sebelum kembali ke Inggris dan berstatus tanpa klub.
Kini, melalui pesan “Progress Over Perfection”, Sterling tampaknya memilih untuk menunjukkan kepada publik bahwa dirinya sedang berusaha memperbaiki keadaan.
Meski demikian, masa depan karier sepak bolanya masih belum jelas. Fokus terdekat Sterling adalah menunggu keputusan pengadilan pada 25 November 2026.

