TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Harry Kane kembali mencatat sejarah di Bundesliga. Penyerang Bayern Munich itu menjadi pemain tercepat yang mampu mencapai 100 gol di Bundesliga, setelah hanya membutuhkan 98 penampilan untuk mencapai torehan tersebut.
Pencapaian tersebut terjadi di tengah persaingan menuju Ballon d’Or 2026. Kane menjadi salah satu nama yang banyak diperbincangkan menjelang malam penghargaan yang dijadwalkan berlangsung di London Palladium.
Performa Kane sepanjang musim 2025/26 menjadi salah satu alasan namanya masuk dalam pembahasan. Ia mencetak 73 gol dan delapan assist dalam 65 pertandingan bersama Bayern Munich dan tim nasional Inggris. Produktivitas tersebut membuat Kane meraih European Golden Shoe.
Bersama Bayern, Kane juga turut membawa klub meraih gelar Bundesliga, DFB-Pokal, serta Franz Beckenbauer Supercup. Sementara bersama timnas Inggris, Kane membantu negaranya finis di posisi ketiga Piala Dunia.
Tanggapi Pernyataan Lamine Yamal
Persaingan Ballon d’Or semakin menarik setelah bintang Barcelona, Lamine Yamal, menyampaikan pandangannya mengenai kandidat penghargaan tersebut.
Yamal menyebut dirinya dan Kylian Mbappe sebagai dua pemain terbaik di dunia. Ia juga menilai dirinya layak memenangkan Ballon d’Or tahun ini berdasarkan prestasi yang diraihnya pada musim sebelumnya.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat berbagai respons, terutama karena dianggap mengesampingkan peluang Kane dalam perebutan penghargaan.
Namun, Kane memilih memberikan respons yang tenang. Ia menegaskan bahwa dirinya lebih memilih berbicara melalui performa di lapangan ketimbang memperdebatkan peluang Ballon d’Or di media.
“Saya tidak ingin banyak membicarakan diri saya sendiri. Saya berbicara di lapangan. Setiap orang berbeda,” kata Kane, menurut AZ Strasser.
Kane juga mengakui bahwa Yamal dan Michael Olise menjalani musim yang bagus. Menurutnya, keputusan mengenai Ballon d’Or bukan berada di tangannya.
Klub Ikut Berkomentar
Komentar Yamal juga mendapat tanggapan dari petinggi Bayern Munich, Max Eberl. Berbeda dengan Kane yang memilih merespons secara diplomatis, Eberl menyinggung pentingnya kampanye dalam perebutan penghargaan individual tersebut.
“Harus ada kampanye. Pemain terbaik adalah mereka yang tidak membutuhkan kampanye,” ujar Eberl.
Sementara itu, Yamal dalam wawancara lengkapnya juga mengkritik cara Ballon d’Or dipandang saat ini. Ia berpendapat penghargaan tersebut seharusnya diberikan kepada pemain terbaik di dunia, bukan semata-mata kepada pemain yang mencetak gol terbanyak atau meraih trofi paling banyak.
Dengan rekor 100 gol Bundesliga dalam 98 pertandingan serta catatan impresif sepanjang musim 2025/26, Kane kini berada di pusat perhatian menjelang pengumuman pemenang Ballon d’Or 2026.
Catatan soal transfer: naskah sumber tidak memuat transfer pemain atau nilai biaya transfer, sehingga tidak ada nominal yang bisa dikonversi ke rupiah tanpa mengarang informasi.

