TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Panitia Liga Jakarta U17 dan Liga Soeratin U15 Piala Gubernur 2026 kembali mengingatkan seluruh manajemen klub untuk meningkatkan kedisiplinan dalam administrasi pertandingan.
Memasuki pekan keempat kompetisi, panitia menegaskan bahwa ketepatan pengisian dokumen pertandingan menjadi tanggung jawab penuh manajer dan pelatih tim.
Koordinator Bidang Pertandingan yang membawahi Match Commissioner, wasit, dan anggota Komisi Disiplin Panitia Liga U15 dan U17 Piala Gubernur, Rudiyansyah, menegaskan bahwa daftar susunan pemain (DSP) harus diisi secara jujur, rapi, dan sesuai kondisi sebenarnya di lapangan.
Ia menjelaskan, nama pemain yang dicantumkan dalam DSP harus merupakan pemain yang benar-benar hadir dan mengenakan nomor punggung sesuai data. Tanggung jawab atas kebenaran data tersebut berada di tangan manajer dan pelatih, bukan kitman maupun staf logistik.
Selain itu, panitia juga mewajibkan seluruh klub menggunakan DSP dalam format digital. Memasuki pekan keempat, penggunaan DSP yang masih ditulis tangan tidak lagi diperkenankan.

Rudiyansyah juga mengingatkan agar DSP diserahkan paling lambat 30 menit sebelum kick-off. Keterlambatan penyerahan, baik karena dokumen masih dibawa pihak tertentu maupun baru diserahkan saat waktu pertandingan dimulai, dinilai dapat mengganggu jadwal pertandingan, termasuk sesi foto resmi dan penggunaan lapangan oleh tim lain.
Menurutnya, kejujuran dan kerapihan administrasi harus menjadi prioritas bagi setiap tim, terutama karena banyak klub peserta yang juga mengikuti berbagai kompetisi di luar Liga Jakarta dan Liga Soeratin.
Panitia turut mengingatkan agar manajer, pelatih, maupun ofisial tidak mengisi DSP dengan mencantumkan nomor punggung pemain yang tidak hadir atau sedang menjalani hukuman untuk kemudian digunakan oleh pemain lain. Praktik tersebut dinilai melanggar integritas kompetisi dan hanya diketahui oleh internal tim.
Di akhir pesannya, Rudiyansyah berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kejujuran, yang diyakini menjadi bekal penting dalam membentuk pesepak bola berprestasi hingga level profesional maupun tim nasional.
“Semoga seluruh peserta sukses dalam setiap pertandingan, terhindar dari cedera sekecil apa pun, dan selalu menjunjung tinggi semangat fair play,” tuturnya.

