BerandaNewsEsai & OpiniDari Warkop ke KONI,...

Dari Warkop ke KONI, Sampai Makayoa: Domino Indonesia Naik Kelas

OLEH: Nabil M. Salim

Dulu domino cuma teman kopi pahit dan sebatang rokok di warkop.
Sekarang? Ubin bertitik itu sudah duduk satu meja dengan KONI.
Bahkan Agustus nanti, Komunitas Makayoa Bersatu di Jakarta akan menggelar Open Turnamen domino-nya sendiri.

Ini bukti jelas: domino sudah bertransformasi.
Dari hiburan rakyat, menjadi olahraga prestasi.

1. Dari Mana Kata “Domino”?
Kata domino berasal dari bahasa Latin yang artinya “tuan” atau “penguasa”.
Di Eropa abad pertengahan, domino juga merujuk pada jubah berkerudung hitam-putih milik pendeta dan penyanyi paduan suara. Warnanya kontras: gelap di satu sisi, terang di sisi lain.

Abad ke-18, saat permainan ubin bertitik ini populer di Italia dan Prancis, orang menyebutnya jeu de domino. Bentuk dan warnanya mirip jubah itu.
Dari sinilah nama “domino” dipakai sampai sekarang, termasuk ketika masuk ke Indonesia.

2. Akar Panjang: Dari China ke Eropa, Lalu ke Nusantara
Domino lahir di China sekitar abad ke-12. Awalnya hanya dimainkan kalangan bangsawan.
Baru di abad 18 permainan ini masuk Eropa lewat Italia, lalu menyebar cepat.
Dari Eropa, domino dibawa pedagang dan pelaut ke Nusantara.

Baca Juga :   ALAM SEMESTA SUDAH MENULIS SKENARIO SPANYOL VS ARGENTINA

Sampai di Indonesia, domino berkembang jadi dua aliran besar:

Domino Balok
Dimainkan dengan ubin kayu atau plastik bertitik.
Akarnya paling kuat di pesisir Sumatera dan Maluku Utara. Di Maluku Utara, orang dulu main di baileo sebagai bagian dari kebersamaan warga.

Domino Kertas / Gaple / Ceki
Dimainkan pakai kartu bergambar domino.
Paling populer di Jakarta/Betawi dan Makassar, Sulawesi Selatan.
Mainnya cepat, ngocok, buang kartu, teriak “gaple!”. Dari sinilah kata “gaple” jadi bahasa sehari-hari di warung kopi.

3. Babak Baru: Masuk KONI
Titik baliknya terjadi saat PB PORDI mendapat rekomendasi resmi dari KONI pada 24 Mei 2022.
Lalu PB ORADO sah menjadi anggota KONI di Musornaslub 21 Mei 2026.

Baca Juga :   GENERASI MUDA DAN AGEN PERDAMAIAN Oleh : Inggar Saputra

Sejak itu, domino resmi menyandang status Cabang Olahraga Prestasi Nasional.

Setelah masuk KONI, semuanya berubah: aturan dibakukan, wasit dilatih, atlet dibina.
Turnamen berhadiah ratusan juta pun sudah biasa.
Contohnya Bupati Cup Luwu Timur Rp400 juta, dan HGI Jakarta Domino Tournament Rp200 juta.

4. Kembali ke Akar: Makayoa Bersatu
Agustus 2026 nanti, Komunitas Makayoa Bersatu di Jakarta akan menggelar Open Turnamen Domino Kertas.

Ini bukan turnamen nasional. Tapi justru di sinilah ruh domino yang sebenarnya hidup.

Makayoa Bersatu, komunitas warga Maluku dan Maluku Utara di perantauan Jakarta, memilih Domino Kertas / Gaple sebagai format pertandingannya.
Aturannya tetap: sportivitas, tanpa judi. Murni adu strategi, kecepatan, dan kebersamaan.

Bagi mereka, domino bukan sekadar permainan.
Domino adalah pengingat kampung halaman.
Dulu di Ambon dan Ternate main di baileo. Sekarang di Jakarta main di aula komunitas dengan kartu Gaple.
Caranya beda, tapi tawanya sama. Semangatnya sama.
:
Inilah lingkaran penuh domino.
Dari China, mampir ke Eropa, singgah di warkop Sumatera-Maluku Utara dan meja Gaple Jakarta-Makassar, lalu diakui negara lewat KONI, dan kembali lagi ke komunitas seperti Makayoa Bersatu.
Bedanya, sekarang ada papan skor, ada juri, dan ada piala.

Baca Juga :   Catatan Sepakbola Piala Eropa 2024 Semifinal Spanyol 2 Perancis 1 Sinar Yamal Cemerlang

Seperti kata Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung:
“Domino adalah olahraga prestasi. Tugas kami memastikan ia tetap milik rakyat, tapi juga bisa mengharumkan nama bangsa.”

Dan Makayoa Bersatu menjawab itu.
Jadi atlet nasional boleh. Tapi tetap main bareng komunitas juga wajib.

Jadi kalau Agustus nanti kamu lihat orang Jakarta main Gaple rame-rame, jangan kaget.
Itu Open Turnamen Komunitas Makayoa Bersatu.

Dari titik pertama di China, sampai titik terakhir di meja komunitas.
Perjalanan domino masih panjang. Dan ia belum selesai.

*Nabil M. Salim, Mantan Ketua HIKMU – Himpunan Keluarga Besar Maluku Utara

35e3f25c d924 494f b82b acf7bdcfa5a6

Editor: Tommy R. Arief

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Kementerian UMKM Perkuat Kelompok Tani Jagung dengan Dukungan KUR

TERMINALNEWS.ID, JEMBER – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong...

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Usaha Mikro lewat Festival Pelindungan Usaha di Jember

TERMINALNEWS.ID, JEMBER - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus...

TNI AL Bongkar Upaya Penyelundupan Pasir Timah Senilai Rp1,52 Miliar ke Malaysia

TERMINALNEWS.ID, BATAM – TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggagalkan upaya...

LPDB Koperasi Terus Perkuat Peran Koperasi dengan Salurkan Dana Bergulir dan Pendampingan Kelembagaan

TERMINALNEWS.ID, LOMBOK TIMUR – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus...

- A word from our sponsors -

spot_img