JAKARTA, TERMINALNEWS.ID Tiga pemeran utama sinetron berjudul Wajah Cinta Yang Lain bercerita tentang kompleksitas peran yang mereka lakoni dalam sinetron baru yang tayang di stasiun televisi SCTV. Ketiganya sepakat bahwa balutan emosi yang membaluti alur kisahnya memaksa ia harus bekerja keras untuk mengeluarkan kemampuan akting terbaik.
Ini tidak lain karena jalinan cerita yang ditampilkan begitu kompleks, antara pengkhianatan, balas dendam, dan perjuangan seorang perempuan untuk bangkit dari keterpurukan. Hal yang lalu membuatnya merasa bertanggungjawab untuk tampil maksimal, agar pesan dari kisah ini sampai dan dirasakan oleh para penontonnya.
Berbicara dalam jumpa media secara virtual pada Kamis (9/7), Dinda Kirana, Oka Antara serta Andri Mashadi memaparkan proses kreatif yang mereka lakoni untuk sinetron ini.
“Karakter yang saya mainkan benar-benar penuh emosi. Penonton akan melihat bagaimana seseorang bisa berubah setelah mengalami pengkhianatan dan berbagai peristiwa yang mengubah hidupnya. Itu menjadi tantangan yang sangat menarik sebagai seorang aktris,” ungkap Dinda.
Sedangkan Andri Mashardi menjelaskan bahwa karakter Bima yang diperankannya bukan sekadar sosok antagonis. Ia melihat Bima sebagai pria yang terus mencari pengakuan atas dirinya hingga akhirnya mengambil keputusan-keputusan yang keliru. “Bima adalah karakter yang punya banyak lapisan. Dia ingin membuktikan dirinya sebagai laki-laki yang berhasil, tetapi cara yang ditempuh justru membawa banyak konflik. Itu yang membuat karakter ini menarik untuk dimainkan,” ujar Andri.
Sedangkan Oka Antara menyebut jika kekuatan utama sinetron ini tak hanya terletak pada alur cerita yang penuh kejutan, tetapi juga hubungan antarkarakter yang berkembang di setiap episode.
“Semua pemain memberikan energi yang luar biasa di lokasi syuting. Ceritanya terus berkembang dan banyak plot twist yang membuat kami sebagai pemain juga ikut penasaran dengan kelanjutan kisahnya,” kata Oka.
“Saya mencoba memahami setiap motivasi karakter sehingga penonton bisa ikut merasakan apa yang dialami tokoh tersebut. Semoga kehadiran karakter saya bisa menjadi bagian penting dari perjalanan cerita,” tutur Ibrahim Rishad yang turut bercerita dan hadir dari tempat berbeda saat zoom meeting berlangsung.


