TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Gelandang timnas Portugal, Joao Palhinha, memastikan dirinya tidak akan memperkuat Tottenham Hotspur pada musim depan.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh sang pemain melalui media sosial setelah manajer Roberto De Zerbi mengubah rencana transfer klub pada bursa musim panas.
Tottenham menjadi salah satu klub Liga Inggris yang paling aktif di bursa transfer musim panas. Klub asal London Utara itu dikabarkan segera merampungkan perekrutan gelandang Italia, Sandro Tonali, setelah mencapai kesepakatan dengan Newcastle United senilai 100 juta poundsterling atau sekitar Rp2,22 triliun (dengan kurs sekitar Rp22.200 per pound).
Tonali yang berusia 26 tahun akan menjadi rekrutan keenam Spurs pada musim panas ini. Sebelumnya, Tottenham juga telah mendatangkan gelandang muda Mateus Fernandes, sehingga memperkuat lini tengah mereka dengan dua transfer bernilai besar.
Kedatangan Tonali dan Fernandes membuat Roberto De Zerbi harus mengubah pernyataannya sendiri. Sebelumnya, pelatih asal Italia tersebut mengaku “100 persen” ingin mempertahankan Palhinha setelah gelandang Portugal itu memainkan peran penting dalam membantu Tottenham bertahan di Liga Inggris musim lalu.
Palhinha mencetak dua gol krusial saat menghadapi Wolverhampton Wanderers dan Everton pada penghujung musim. Meski Spurs tidak mengaktifkan opsi pembelian permanen setelah masa peminjamannya berakhir, banyak pihak memperkirakan klub akan kembali bernegosiasi dengan Bayern Munchen untuk mempertahankan sang pemain.
Namun, setelah mengamankan jasa Fernandes dan Tonali, Tottenham memutuskan untuk menghentikan upaya merekrut Palhinha secara permanen.
Spekulasi mengenai berakhirnya peluang Palhinha bertahan di Tottenham semakin menguat setelah Spurs memenangkan persaingan mendapatkan Fernandes dan Tonali.
Pada Jumat siang waktu setempat, Palhinha akhirnya mengonfirmasi kabar tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Gelandang berusia 30 tahun itu menyampaikan pesan emosional sebagai bentuk perpisahan kepada klub dan para pendukung Tottenham.
Meski pengalaman Palhinha dinilai sesuai dengan kebutuhan De Zerbi, sang pelatih akhirnya memilih membangun masa depan lini tengah Spurs bersama Tonali dan Fernandes yang dianggap memiliki potensi menjadi duet utama dalam jangka panjang.
Masa peminjaman Joao Palhinha di Tottenham bisa digambarkan sebagai perjalanan yang penuh dinamika. Ia sempat menjadi pahlawan berkat kontribusi pentingnya dalam perjuangan klub menghindari degradasi, namun juga mengalami periode sulit sebelum akhirnya kembali menunjukkan performa impresif.
Meski demikian, kontribusinya pada musim lalu tidak cukup untuk meyakinkan Tottenham menginvestasikan dana lebih besar demi mempermanenkannya. Dengan perubahan strategi transfer klub, perjalanan Palhinha bersama Spurs kini resmi berakhir.


