TERMINALNEWS.ID, MEXICO CITY – Harapan Timnas Skotlandia untuk melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026 semakin menipis setelah menelan kekalahan telak dari Brasil. Hasil buruk tersebut membuat pelatih Skotlandia, Steve Clarke, pesimistis timnya mampu bertahan di turnamen.
Usai pertandingan, Clarke mengungkapkan kekecewaannya dan mengakui peluang timnya sangat kecil untuk lolos ke fase berikutnya.
“Saya rasa kami akan pulang,” ujar Clarke setelah kekalahan dari Brasil.
Piala Dunia 2026 menghadirkan format baru dengan 48 peserta, sehingga sistem kelolosan dari fase grup juga berubah. Jika sebelumnya hanya dua tim teratas dari setiap grup yang berhak melaju, kini delapan tim peringkat ketiga terbaik juga akan mendapatkan tiket ke babak 32 besar.
Penentuan peringkat ketiga terbaik didasarkan pada jumlah poin dan selisih gol. Karena itu, setiap pertandingan pada laga terakhir fase grup menjadi sangat penting bagi tim-tim yang masih berjuang.
Skotlandia mengakhiri fase grup di posisi ketiga berkat kemenangan atas Haiti. Namun, kekalahan telak dari Brasil membuat mereka hanya mengoleksi tiga poin dengan selisih gol minus tiga (-3), sebuah catatan yang jauh dari ideal untuk bersaing dalam klasemen peringkat ketiga terbaik.
Clarke juga menyoroti beratnya lawan yang harus dihadapi Skotlandia di fase grup. Menurutnya, hanya Skotlandia yang bisa mendapat undian seberat menghadapi Brasil dan Maroko dalam satu grup.
Meski demikian, gelandang andalan Skotlandia, John McGinn, masih mencoba berpikir positif. Ia menegaskan timnya masih memiliki peluang, tetapi harus memperbaiki kesalahan-kesalahan individu yang berujung gol lawan.
Salah satu contoh kesalahan fatal terjadi saat Skotlandia kebobolan cepat oleh Vinícius Júnior pada menit-menit awal pertandingan melawan Brasil.

Saat ini, tiga grup telah menyelesaikan pertandingan mereka. Di Grup A, Korea Selatan menempati posisi ketiga dengan selisih gol lebih baik (-1), sehingga berada di atas Skotlandia.
Sementara itu, di Grup B, Bosnia dan Herzegovina mengumpulkan empat poin dan dipastikan lolos.
Situasi tersebut membuat Skotlandia harus mengungguli setidaknya empat dari sembilan tim peringkat ketiga yang masih belum ditentukan.
Berikut hasil-hasil yang diharapkan Skotlandia:
Grup D
- Australia harus menang atas Paraguay dengan selisih minimal dua gol, atau Paraguay menang dengan selisih empat gol.
- Hasil imbang akan membuat Paraguay lolos dengan empat poin.
Grup E
- Pantai Gading harus menang atau imbang melawan Curaçao.
- Jerman harus menang atau imbang melawan Ekuador.
Kedua hasil tersebut wajib terjadi agar Ekuador dan Curaçao tetap berada di bawah Skotlandia.
Grup F
- Jepang harus mengalahkan Swedia dengan selisih minimal tiga gol.
Grup G
- Mesir harus mengalahkan Iran.
- Salah satu dari Belgia atau Selandia Baru harus memenangkan pertandingan mereka.
Grup H
- Spanyol harus mengalahkan Uruguay.
- Tanjung Verde harus menang atau imbang melawan Arab Saudi.
Grup I
- Laga Senegal kontra Irak harus berakhir imbang, atau Irak menang dengan selisih kurang dari tiga gol.
Grup J
- Argentina harus menang atau imbang melawan Yordania.
- Pada laga lainnya, Aljazair harus menang atas Austria dengan selisih minimal tiga gol, atau Austria menang dengan selisih satu gol atau lebih.
Grup K
- Pertandingan Republik Demokratik Kongo melawan Uzbekistan harus berakhir imbang, atau Uzbekistan menang dengan selisih kurang dari empat gol.
Grup L
- Ghana harus mengalahkan Kroasia dengan selisih minimal dua gol.
Menunggu Keajaiban
Dengan hanya tiga poin dan selisih gol minus tiga, nasib Skotlandia kini tidak lagi berada di tangan mereka sendiri. Tim asuhan Steve Clarke harus berharap sejumlah hasil pertandingan dari grup lain berjalan sesuai skenario.
Peluang terbaik Skotlandia diperkirakan datang dari hasil pertandingan di Grup D, E, G, H, dan J. Namun, tanpa kejutan besar dari sejumlah tim unggulan, peluang mereka untuk melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 tetap sangat kecil.


