BerandaBisnisMoU Koperasi Gambir &...

MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan Difasilitasi Kemenkop

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Langkah nyata hilirisasi dan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan kembali ditunjukkan oleh sektor koperasi.

Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera Barat resmi menjalin kerja sama strategis dengan Holding Pangan BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait ekspor komoditas gambir.

Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta, pada Selasa (23/6) ini menjadi tonggak penting dalam mengintegrasikan produsen lokal ke dalam ekosistem perdagangan global.

Kerja sama ini membidik potensi pasar di India dan Pakistan dengan estimasi nilai mencapai USD 732.831 (sekitar Rp11,72 miliar) dan target pengiriman 20 ton gambir per bulan.

63057714 b2c3 4baf 8f96 b08f2361359c
MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan Difasilitasi Kemenkop

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kolaborasi ini berhenti di atas kertas. Ia memberikan tenggat waktu yang tegas agar implementasi konkret dapat terjadi dalam waktu dekat.

Baca Juga :   Bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi, Pemerintah Akan Gelontorkan Bantuan Pangan Beras di Awal Tahun 2025

“Saya berharap sebelum 3 bulan langsung terjadi transaksi kontrak bisnis dan barang sudah dikirim dalam bentuk hilirisasi,” ungkap Destry Anna Sari.

Turut hadir pada acara penandatanganan MoU adalah Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Kemenkop Koko Haryono dan Asisten Deputi Pemasaran Kemenkop Fiter Baresman Silaen.

Destry Anna Sari juga menyoroti tantangan yang ada yaitu konsistensi jumlah supply dan mutu produk saat pesanan mulai melonjak. Melalui pelibatan lintas kementerian, pemerintah berkomitmen mengawal standardisasi internasional (seperti HACCP) untuk menjaga marwah produk Indonesia.

Ia juga berharap agar regulasi perdagangan luar negeri dapat diperketat supaya pembeli asing tidak bisa langsung membeli bahan baku mentah langsung ke desa, yang kerap merusak stabilitas harga lokal.

Direktur Komersial ID FOOD, Dwi Sutoro, menyambut baik target cepat yang dicanangkan Kemenkop. ID FOOD, yang saat ini tengah melakukan restrukturisasi besar di bawah Danantara untuk berfokus pada industri perdagangan dan distribusi, berkomitmen menjadikan komoditas unggulan daerah sebagai komoditas ekspor global melalui anak usahanya, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI).

Baca Juga :   Astra Life Sambut Kunjungan 220 Mahasiswa Undip, ITB, Unpad, dan UI Ajak Kenali Perusahaan Asuransi Jiwa Secara Lebih Dekat

Dwi menjelaskan bahwa dalam membangun ekosistem ekspor ini, ada tiga pilar utama yang wajib dijaga bersama. Pertama adalah keberlanjutan pasokan dari petani (continuity of supply), diikuti dengan konsistensi kualitas produk yang tidak boleh menurun (consistency of quality). Terakhir, produk harus memiliki keunggulan daya saing harga di pasar internasional (price competitiveness) agar tidak kalah saing dengan negara produsen lainnya.

“Ke depan, ID FOOD akan mengoptimalkan kantor-kantor cabangnya di seluruh Indonesia untuk bertindak sebagai sourcing development, yang mengidentifikasi produk unggulan daerah yang siap dibawa ke pasar internasional,” ucapnya.

32cf21fc 9103 45e3 9a4a b80b5d34a6ae
MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan Difasilitasi Kemenkop

Ketua Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri, Eriyanto, meyakini kerja sama ini sebagai angin segar bagi pihaknya. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kemenkop dan Dinas Koperasi UKM Sumatera Barat yang telah menjembatani koperasi hingga bisa bermitra langsung dengan BUMN Pangan.

Baca Juga :   Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Digital antara Aplikator, Ojek Online, dan Merchant

Koperasi yang berdiri sejak 12 Juni 2021 itu kini telah mengonsolidasikan sekitar 190 petani gambir dan 8 kelompok tani dengan total luas lahan mencapai 450 hektare. Melalui modal sosial tersebut, koperasi mampu menghasilkan kapasitas produksi berkisar antara 30 hingga 50 ton per bulan.

“Bagi kami, MoU ini adalah langkah strategis untuk memberikan kepastian pasar dan harga bagi para petani gambir di Sumatera Barat, meningkatkan mutu ekspor, serta menguatkan hilirisasi komoditas gambir melalui sinergi koperasi dan BUMN,” kata Eriyanto.

Ia memastikan pihak koperasi berkomitmen penuh untuk menjaga kontinuitas pasokan dan mengelola manajemen secara profesional serta transparan agar gambir Indonesia semakin kokoh di pasar global.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Declan Rice Puji Lionel Messi yang Bersinar di Piala Dunia: Luar Biasa di Usia 38 Tahun

TERMINALNEWS.ID, MIAMI - Gelandang timnas Inggris, Declan Rice, memberikan pujian tinggi...

Transfer Giannis Antetokounmpo ke Miami Heat Tertunda, Milwaukee Bucks Dapat Paket Pemain dan Aset Bernilai Triliunan Rupiah

TERMINALNEWS.ID, MILWAUKEE – Mega transfer bintang NBA Giannis Antetokounmpo dari Milwaukee...

Arsenal Capai Kesepakatan Rekrut Wonderkid Leicester City Jeremy Monga, Nilai Transfer Tembus Rp220 Miliar

TERMINALNEWS.ID, LONDON - Arsenal dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk mendatangkan pemain...

Lionel Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia Saat Argentina Kalahkan Austria, Meski Golnya Diperdebatkan

TERMINALNEWS.ID, MIAMI – Lionel Messi kembali menorehkan sejarah di panggung sepak...

- A word from our sponsors -

spot_img