TERMINALNEWS.ID, WASHINGTON – Seorang komentator sepak bola berpengalaman yang bertugas meliput Piala Dunia 2026 harus menerima sanksi berat setelah melakukan kesalahan saat siaran langsung.
Penyiar senior asal Turki, Murat Ekrem Cimen, diskors dari seluruh tugas peliputan turnamen setelah berulang kali salah menyebut identitas tim dalam pertandingan antara Iran dan Selandia Baru.
Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara saat ini disiarkan ke berbagai penjuru dunia. Di Turki, hak siar dipegang oleh organisasi penyiaran milik negara, TRT (Turkish Radio and Television).
Namun, baru satu putaran pertandingan berlangsung, TRT sudah mengambil tindakan tegas terhadap salah satu komentatornya.
Salah Sebut Iran dan Selandia Baru Selama Empat Menit
Dalam laga yang berakhir imbang 2-2 di SoFi Stadium pada Selasa, Cimen yang telah memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia penyiaran olahraga beberapa kali tertukar menyebut Iran dan Selandia Baru.
Selama kurang lebih empat menit, ia menyebut Iran saat Selandia Baru menguasai bola dan sebaliknya. Kesalahan tersebut juga melibatkan penyebutan pemain dari kedua tim yang tidak sesuai. Potongan video insiden itu kemudian viral di media sosial dan memicu kritik dari banyak penonton.
TRT Langsung Copot dari Tim Siaran Piala Dunia
Menyusul reaksi negatif yang meluas, TRT memutuskan untuk mencopot Cimen dari seluruh tugas siaran Piala Dunia 2026. Ia tidak akan dilibatkan dalam kapasitas apa pun selama turnamen berlangsung.
Dalam pernyataan resminya, TRT menyebut kesalahan tersebut tidak dapat diterima dan bertentangan dengan standar penyiaran yang mereka terapkan.
“Kesalahan yang terjadi saat komentari pertandingan Iran melawan Selandia Baru pada Piala Dunia FIFA 2026 tidak dapat diterima menurut standar penyiaran TRT.”
TRT juga menyampaikan permintaan maaf kepada pemirsa dan menegaskan bahwa proses investigasi internal telah segera dimulai.
Pihak penyiar menambahkan bahwa pengalaman panjang Cimen di dunia penyiaran seharusnya membuat kesalahan semacam itu tidak terjadi.
Rekan Sesama Komentator Membela Cimen
Setelah gelombang kritik bermunculan di media sosial, sejumlah laporan menyebut akun media sosial milik Cimen ikut terdampak, bahkan akun X miliknya dikabarkan menghilang.
Rekan sesama komentator, Ertem Sener, kemudian memberikan pembelaan terhadap Cimen.
Menurutnya, meskipun rekannya melakukan kesalahan profesional, serangan pribadi yang diterimanya sudah melampaui batas.
“Rekan saya memang melakukan kesalahan, tetapi hinaan pribadi yang luar biasa kejam kepadanya sangat menyedihkan bagi saya,” ujar Sener.
Ia menegaskan bahwa kesalahan tersebut tidak bisa disamakan dengan tindakan kriminal dan meminta publik untuk lebih bijak dalam menyikapi kekeliruan yang terjadi saat siaran langsung.
Kasus Serupa Pernah Terjadi di Piala Dunia 2022
Insiden yang menimpa Cimen mengingatkan publik pada kasus yang terjadi di Piala Dunia 2022. Saat itu, komentator Turki Alper Bakircigil diberhentikan ketika sedang mengomentari kemenangan Maroko 2-1 atas Kanada.
Bakircigil kehilangan pekerjaannya setelah menyebut nama Hakan Sukur, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Turki sekaligus pemilik rekor gol tercepat dalam sejarah Piala Dunia, yang dicetak hanya 11 detik setelah kick-off saat menghadapi Korea Selatan pada tahun 2002.
Setelah pensiun dari sepak bola, Sukur terjun ke dunia politik dan kemudian dikaitkan dengan tuduhan terorisme oleh pemerintah Turki. Ia bersama keluarganya pindah ke Amerika Serikat sebelum dituduh terlibat dalam upaya kudeta gagal pada 2016, tuduhan yang hingga kini dibantahnya.
Penyebutan nama Sukur saat siaran langsung diyakini menjadi alasan utama pemecatan Bakircigil dari TRT kala itu.
Dalam pernyataannya setelah diberhentikan, Bakircigil menulis:
“Saya diputus hubungan kerja dengan TRT, tempat saya bekerja dengan bangga selama bertahun-tahun, setelah peristiwa yang terjadi hari ini. Semoga kita bertemu lagi. Selamat tinggal.”
Tidak ada nilai transfer dalam naskah ini karena berita tersebut tidak membahas


