TERMINALNEWS.ID, LONDON – Pelatih Mikel Arteta akhirnya sukses membawa Arsenal meraih gelar Premier League musim 2025/2026 setelah tiga musim beruntun hanya finis sebagai runner-up.
The Gunners memastikan trofi kembali ke London Utara usai menjuarai liga dengan keunggulan tujuh poin dan mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun.
Arsenal memastikan gelar juara setelah menang 2-1 atas Crystal Palace di Selhurst Park. Kapten tim Martin Odegaard menjadi pemain pertama Arsenal yang mengangkat trofi Liga Inggris sejak era Patrick Vieira pada musim “Invincibles” 2003/2004.
Keberhasilan Arsenal musim ini membuat banyak pihak mulai membandingkan skuad racikan Arteta dengan tim legendaris Arsenal era Invincibles. Namun, Arteta justru menolak menyebut timnya sebagai yang terbaik dalam sejarah Premier League.
Dalam wawancara dengan Sky Sports seusai pesta juara, Arteta mengakui persaingan melawan Manchester City asuhan Pep Guardiola menjadi tantangan terbesar bagi Arsenal.
“Kami harus meningkatkan level permainan karena ada lawan yang terus menekan dan menantang kami sepanjang waktu,” ujar Arteta.
Pelatih asal Spanyol itu bahkan menyebut Manchester City sebagai tim terbaik dalam sejarah Premier League. Menurutnya, Guardiola juga masih menjadi pelatih terbaik di dunia sepak bola saat ini.

“Menurut saya, kami menghadapi tim terbaik dalam sejarah kompetisi ini. Dan Pep, sejauh ini, adalah manajer terbaik di dunia,” kata Arteta.
Pernyataan tersebut menempatkan Manchester City di atas tim-tim legendaris seperti Manchester United era Sir Alex Ferguson maupun Liverpool besutan Jurgen Klopp.
Dominasi Manchester City di bawah Guardiola memang sulit dibantah. Klub berjuluk The Citizens itu menjadi tim pertama yang mampu menjuarai Premier League empat kali berturut-turut serta pernah menembus 100 poin dalam satu musim.
Arteta sendiri pernah menjadi asisten Guardiola di Etihad Stadium sebelum menangani Arsenal. Pengalaman tersebut dinilai membantunya membangun mental juara di Emirates Stadium.
Meski akhirnya berhasil mempersembahkan trofi liga, Arteta mengaku sempat meragukan dirinya sendiri. Pelatih berusia 44 tahun itu mengungkapkan ada momen ketika ia merasa bukan sosok yang tepat untuk membawa Arsenal menjadi juara.
“Ada keraguan. Saya sempat berpikir mungkin saya hanya bisa membawa tim sampai titik ini dan orang lain yang harus menyelesaikan pekerjaan terakhir,” ujar Arteta.
Mikel Arteta FULL REACTION as Arsenal lift the Premier League trophy 🏆✨
Namun kini, Arteta merasa lega setelah berhasil membawa Arsenal kembali ke puncak sepak bola Inggris.
“Saya sangat bahagia dan jujur sedikit merasa lega. Ada banyak hal yang tidak bisa saya kendalikan, itulah mengapa Anda membutuhkan orang-orang terbaik di sekitar Anda,” tutupnya.
Keberhasilan Arsenal musim ini juga berdampak besar secara finansial. Sebagai juara Premier League 2025/2026, Arsenal diperkirakan memperoleh hadiah lebih dari 175 juta poundsterling atau sekitar Rp3,8 triliun, termasuk pendapatan hak siar dan bonus komersial.


