
Kenal Carrick
Meulensteen mengenal Carrick dengan sangat baik karena pernah bekerja bersama di era kejayaan Manchester United. Keduanya memenangkan tiga gelar Liga Inggris, satu trofi Liga Champions, dan satu Piala Dunia Antarklub sebelum Meulensteen meninggalkan Old Trafford pada 2013 setelah kedatangan David Moyes.
Saat ini Meulensteen bekerja sebagai asisten pelatih tim nasional Irak. Ia percaya Carrick memiliki karakter yang tepat untuk memimpin Manchester United.
“Saya percaya memberikan pekerjaan ini kepada Michael karena saya mengenalnya sebagai pemain dan pribadi,” katanya.
“Dia tenang, komunikasinya bagus, dan pemain pasti menghormatinya karena apa yang telah dia capai bersama United.”
Menurut Meulensteen, kemampuan membangun budaya tim menjadi faktor penting bagi seorang manajer sukses.
“Semuanya dimulai dari budaya tim. Kalau manajer gagal membangun budaya yang tepat, semuanya bisa runtuh,” ujar Meulensteen.
Ia bahkan menilai Manchester United seharusnya sudah bisa bersaing dalam perebutan gelar jika Carrick datang lebih cepat.
“Andai Michael datang tiga atau empat bulan lebih awal, mungkin United sudah bersaing memperebutkan gelar sekarang,” tambahnya.
Pertimbangkan Opsi Lain
Meski Carrick tampil mengesankan, Manchester United dikabarkan masih belum membuat keputusan final terkait posisi pelatih permanen.
Meulensteen memahami alasan manajemen Setan Merah tetap membuka opsi lain, terutama jika ada pelatih kelas dunia yang tersedia.
“Apakah United membutuhkan pelatih top seperti Luis Enrique atau Carlo Ancelotti jika mereka tersedia?” kata Meulensteen.
“Anda berbicara soal pelatih serial juara yang tahu bagaimana memenangkan liga besar dan Liga Champions.”
Menurutnya, pengalaman menjadi juara di level tertinggi menjadi satu-satunya hal yang saat ini masih kurang dari sosok Carrick.
“Namun sejauh ini semua tanda-tandanya sangat positif,” tegas Meulensteen.
Ia juga mengingatkan bahwa mengganti pelatih lagi bisa menjadi risiko besar bagi Manchester United jika keputusan tersebut ternyata gagal.
“Ada bahaya jika United tidak memilih Michael, lalu mendatangkan pelatih lain dan itu kembali tidak berhasil. Pada akhirnya mereka bisa saja kembali meminta Michael untuk menyelamatkan situasi,” tutupnya. (INO)


