MANCHESTER, TERMINALNEWS.ID – Manchester United dikabarkan telah menerima tawaran mengejutkan senilai 64 juta pound (sekitar Rp1,3 triliun) untuk pemain sayap mereka, Antony.
Jika kesepakatan ini terealisasi, Setan Merah akan mendapatkan suntikan dana besar untuk bursa transfer musim panas mendatang.
Klub asal Inggris tersebut tengah merencanakan perombakan besar dalam skuadnya, namun mereka perlu melepas sejumlah pemain demi menambah anggaran belanja pemain baru.
Nama-nama seperti Marcus Rashford dikabarkan akan dilepas usai penampilan apiknya bersama Aston Villa. Sementara itu, masa depan dua pemain muda jebolan akademi, Kobbie Mainoo dan Alejandro Garnacho, juga masih belum pasti.
Namun, perhatian utama kini tertuju pada Antony, yang saat ini sedang menikmati masa peminjaman bersama klub La Liga, Real Betis.
Sejak bergabung pada Januari lalu, winger asal Brasil ini tampil impresif dengan mencetak 4 gol dan 4 assist dalam 12 laga perdananya bersama tim asuhan Manuel Pellegrini.
Penampilan cemerlang Antony di Spanyol membuat nilai pasarnya kembali naik, menjadi kabar baik bagi Manchester United yang kini bisa berharap mendapat bayaran lebih tinggi.
Menurut laporan dari media Spanyol Fichajes, Atletico Madrid sangat tertarik untuk mempertahankan Antony di La Liga dan siap mengajukan tawaran senilai £64 juta.
Tawaran tersebut terdiri dari 38 juta pound di muka dan tambahan 26 juta pound dalam bentuk bonus dan variabel lainnya.
Antony masih memiliki kontrak bersama Manchester United hingga 2027, namun masa depannya di Old Trafford tampaknya sudah tidak lagi cerah. Performa kurang memuaskan saat masih di bawah asuhan Erik ten Hag membuat Antony kesulitan mendapatkan menit bermain.
Pelatih asal Portugal, Ruben Amorim, sempat berkomentar bahwa faktor fisik menjadi penyebab utama Antony kesulitan bersinar di Liga Inggris.
“Ketika bermain di Inggris, fisik sangat berperan penting. Jika tidak kuat secara fisik, Anda akan kesulitan,” ujar Amorim.

Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan keras dari agen Antony, Junior Pedroso. Ia menilai bahwa komentar Amorim terlalu dangkal dan tidak sesuai dengan kenyataan.
“Menyalahkan fisik sebagai satu-satunya alasan kegagalan Antony di Manchester United adalah argumen yang terlalu sederhana dan tidak realistis,” ujar Pedroso kepada Marca.
Pedroso juga menyoroti kurangnya kepercayaan yang diberikan kepada kliennya selama ditangani Amorim.

“Dari 15 pertandingan yang dipimpin Amorim, Antony hanya tampil di 9 laga dengan total 252 menit. Itu hanya 18,6% dari total menit yang tersedia. Bagaimana bisa menilai seorang pemain tanpa memberi kesempatan yang cukup?”
Dengan performa apiknya di Spanyol dan minat besar dari Atletico Madrid, masa depan Antony kemungkinan besar akan segera berpindah dari Inggris ke La Liga secara permanen.

