LONDON, TERMINALNEWS.ID – Kekalahan memalukan 1-3 dari Nottingham Forest pada Senin sore membuat Chelsea semakin jauh dari mimpi tampil di Liga Champions musim depan.
Suasana di Stamford Bridge langsung memanas setelah The Blues tetap tertahan di posisi kesembilan klasemen Liga Inggris.
Sepanjang 90 menit pertandingan, sejumlah pemain menjadi sorotan atas hasil buruk tersebut. Malo Gusto melakukan pelanggaran yang berujung penalti untuk tim tamu, sementara Cole Palmer gagal mengeksekusi penalti bagi Chelsea.
Selain itu, performa tim terlihat tidak terorganisir dan minim energi, memunculkan tanda tanya besar terkait taktik pelatih interim maupun kualitas individu pemain.
Kekalahan ini membuat klub asal London Barat tertinggal 10 poin dari posisi lima besar, dengan hanya tiga pertandingan tersisa di musim ini. Dengan kurs saat ini (sekitar Rp16.000 per dolar AS), selisih tersebut secara metaforis setara dengan “kerugian” sekitar Rp160.000 jika diibaratkan dalam angka sederhana—menunjukkan betapa sulitnya mengejar ketertinggalan.
Namun, perhatian utama justru tertuju pada Marc Cucurella. Bek kiri asal Spanyol yang biasanya mendapat pujian kini menjadi sasaran kritik tajam dari para pendukung.
Sejumlah komentar di media sosial menyebut penampilannya “memalukan”. Ada pula yang menilai Chelsea terlalu sering kebobolan dari sisi yang ia jaga. Kritik lain bahkan menyebut performanya menurun drastis sejak Desember, meski sebelumnya ia dikenal sebagai salah satu bek kiri terbaik di Liga Inggris.
Dalam laga ini, Cucurella mencatat rating rendah, hanya 5,6 menurut Sofascore. Statistiknya pun memperlihatkan performa yang jauh dari harapan. Ia hanya mencatat dua kontribusi defensif tanpa satu pun tekel sukses, serta kalah dalam empat dari enam duel yang dijalani.
Tak hanya itu, Cucurella juga melakukan dua pelanggaran, kehilangan bola sebanyak 11 kali, dan hanya berhasil menyelesaikan satu dari lima percobaan umpan silang. Akurasi umpan panjangnya bahkan hanya mencapai 25 persen.
Peluit akhir pertandingan menandai salah satu performa terburuk Cucurella sejak bergabung ke Liga Inggris bersama Brighton pada 2021, sekaligus memperdalam krisis yang tengah melanda Chelsea di penghujung musim.


