TERMINALNEWS.ID, LONDON – Legenda sepak bola Inggris Gareth Barry memberikan pandangannya terkait komposisi ideal lini tengah Timnas Inggris untuk FIFA World Cup 2026 yang akan digelar di Amerika Utara.
Mantan pemain Aston Villa, Manchester City, Everton, dan West Bromwich Albion itu menilai kombinasi terbaik di lini tengah The Three Lions harus dibangun di sekitar Declan Rice dan Jude Bellingham.
Barry, yang mencatatkan 653 penampilan di Premier League dan 53 caps bersama Timnas Inggris, menyebut atmosfer skuad Inggris pada masanya sempat terpecah karena pengaruh rivalitas antarklub.
“Dalam pertandingan besar seperti Liverpool melawan Chelsea atau Liverpool melawan Manchester United, saya bisa merasakan adanya perpecahan. Para pemain lebih dekat dengan rekan setim di klub mereka, dan itu bukan resep sukses di level internasional,” ujar Barry.

Meski demikian, pria berusia 45 tahun itu optimistis skuad Inggris saat ini mampu bersaing dengan negara-negara kuat seperti France, Spain, dan Portugal menjelang Piala Dunia 2026.
Barry Pilih Rogers dan Bellingham di Lini Tengah
Menurut Barry, pelatih Thomas Tuchel harus memainkan Rice sebagai gelandang bertahan, sementara Morgan Rogers diplot sebagai nomor 10.
Ia juga ingin melihat Bellingham bermain lebih dalam sebagai gelandang box-to-box.

“Jika disiplin permainan bisa ditemukan, saya akan memainkan Declan Rice sebagai jangkar. Lalu Morgan Rogers sebagai nomor 10, dan Jude Bellingham sedikit lebih ke belakang sebagai gelandang nomor 8,” katanya kepada SPORTbible.
Barry bahkan menilai Bellingham masih layak diutamakan dibanding Elliot Anderson karena mentalitasnya di laga besar.
“Dia pemain untuk pertandingan besar. Jude selalu menyukai momen seperti itu dan bisa menjadi pembeda,” tambahnya.
Selain nama-nama tersebut, persaingan di lini tengah Inggris juga melibatkan Phil Foden, Cole Palmer, Eberechi Eze, hingga James Maddison.
James Garner dan Adam Wharton Dapat Pujian
Barry turut memberikan pujian kepada gelandang Everton, James Garner, yang tampil impresif sejak kedatangan David Moyes pada Januari 2025.

Ia menilai peluang Garner masuk skuad 26 pemain Inggris masih terbuka lebar apabila mampu menutup musim dengan performa konsisten.
“James Garner punya peluang lebih besar karena skuad berisi 26 pemain. Jika dia menutup musim dengan kuat, dia jelas masuk dalam pembicaraan untuk berangkat ke Piala Dunia,” ujar Barry.
Selain Garner, Barry juga menyukai gaya bermain Adam Wharton bersama Crystal Palace.
Perbedaan Pelatih Inggris dan Asing
Dalam wawancara tersebut, Barry juga mengenang pengalamannya bermain di bawah sejumlah pelatih Timnas Inggris seperti Kevin Keegan, Sven-Göran Eriksson, Steve McClaren, dan Fabio Capello.
Menurut Barry, perbedaan terbesar pelatih Inggris dan asing terletak pada gairah emosional terhadap tim nasional.
“Kevin Keegan adalah salah satu orang paling penuh gairah yang pernah saya kenal. Anda bisa melihat betapa besarnya keinginannya membawa Inggris menang,” katanya.
Tuchel Diminta Pilih Pemain Sesuai Posisi
Barry menegaskan bahwa keberhasilan Inggris di Piala Dunia nanti tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pemain berbakat, tetapi bagaimana Tuchel menempatkan mereka di posisi yang tepat.
“Inggris punya banyak pemain berkualitas sekarang. Namun Tuchel harus menemukan bukan hanya pemain paling berbakat, tetapi pemain yang tepat di posisi yang tepat,” ujar Barry.
Sementara itu, Tuchel diperkirakan segera mengumumkan daftar sementara hingga 55 pemain untuk Piala Dunia 2026. Nama-nama seperti Harry Kane, Jordan Pickford, dan Rice diyakini hampir pasti masuk skuad utama Inggris untuk turnamen di Amerika Utara tersebut.
Dalam kariernya, Gareth Barry pernah membela Manchester City saat klub itu mulai membangun era kejayaan setelah diakuisisi investor Abu Dhabi pada 2008. Saat itu, City merekrut Barry dari Aston Villa dengan nilai transfer sekitar 12 juta poundsterling atau setara Rp262 miliar (kurs Rp21.900 per poundsterling).


