LIVERPOOL, TERMINALNEWS.ID – Liverpool dikabarkan telah mengambil keputusan penting terkait kemungkinan gestur perpisahan untuk Mohamed Salah menjelang laga Premier League melawan Brighton & Hove Albion, Sabtu mendatang.
Masa depan Salah kembali menjadi sorotan setelah rangkaian kontroversi yang melibatkan bintang asal Mesir tersebut.
Isu masa depan Salah memuncak setelah wawancara eksplosifnya usai hasil imbang 3-3 melawan Leeds United akhir pekan lalu. Dalam wawancara tersebut, Salah menuduh klub “melemparkannya ke bawah bus” setelah Arne Slot tidak memainkan dirinya selama 90 menit penuh.
Situasi makin panas ketika Slot kembali mencoret Salah dari daftar skuad saat Liverpool menang meyakinkan atas Inter Milan di Liga Champions, Selasa lalu. Tak lama setelah itu, pemain nomor 11 tersebut mengunggah pesan misterius di media sosial yang memicu spekulasi lebih besar.
Laporan menyebut peluang Salah telah memainkan pertandingan terakhirnya untuk Liverpool cukup besar. Ia santer dikaitkan dengan klub-klub dari Arab Saudi dan Amerika Serikat.

Menurut laporan TeamTalk, Salah disebut tidak berencana meminta maaf kepada siapa pun, termasuk kepada Arne Slot. Karena itu, ia hampir dipastikan tidak tampil saat Liverpool menjamu Brighton.
Bahkan, klub dikabarkan telah memberi izin kepada kubu Salah untuk bergabung lebih awal dengan Timnas Mesir menjelang Piala Afrika bulan ini.
Meski Salah berpotensi hadir di Anfield untuk mengucapkan selamat tinggal kepada suporter, Liverpool disebut telah mengambil keputusan final. The Telegraph melaporkan bahwa klub tidak akan memberikan gestur perpisahan besar kepada Salah akhir pekan ini.
Keputusan ini bukan karena sikap keras klub, melainkan terkait strategi transfer. Liverpool ingin melindungi potensi nilai jual Salah di bursa transfer. Upacara perpisahan besar dikhawatirkan memberi sinyal bahwa era Salah di Anfield sudah pasti berakhir, yang bisa melemahkan posisi Liverpool dalam negosiasi.
Konsekuensinya, Salah kemungkinan tidak akan mendapat kesempatan untuk secara resmi berpamitan kepada para pendukung setelah delapan tahun masa pengabdiannya.
Situasi masih bisa berubah jika Salah memilih untuk menyampaikan permintaan maaf kepada manajernya. Namun sejauh ini, tanda-tandanya menunjukkan bahwa perpisahan pada Januari menjadi skenario paling realistis.


