JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Fenomena maraknya produk berlabel susu yang ternyata tidak sepenuhnya mengandung susu dalam jumlah memadai belakangan menjadi perhatian publik. Temuan ini ramai diperbincangkan di media sosial, terutama setelah beredarnya produk minuman kemasan yang diklaim sebagai susu, namun pada labelnya justru tertulis sebagai “minuman rasa susu”.
Salah satu contoh yang mencuat adalah produk susu kotak UHT bermerek Opao yang sempat dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika dicermati melalui tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) pada kemasan, kandungan susu dalam produk tersebut tergolong sangat minim. Hal ini memunculkan kekhawatiran, terutama bagi orang tua yang mengandalkan produk tersebut sebagai asupan gizi anak.
Ahli gizi Puskesmas Pancoran Mas, Depok, Novi Ayu Rusmayanti, mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terkecoh oleh label kemasan. Menurut dia, masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa semua produk berlabel susu memiliki kandungan gizi setara dengan susu murni.
“Banyak orang tua mengira anaknya sudah minum susu, padahal setelah dilihat komposisinya, kandungan susunya sangat sedikit, bahkan ada yang hampir tidak ada sama sekali,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya membaca komposisi bahan secara teliti, bukan sekadar melihat klaim pada bagian depan kemasan. Dalam banyak kasus, kandungan utama produk justru bukan susu, melainkan campuran gula, perisa, dan bahan tambahan lainnya.
Selain itu, Novi juga menyoroti kesalahan persepsi yang masih banyak terjadi di masyarakat terkait produk kental manis. Selama ini, kental manis kerap dikonsumsi layaknya susu, padahal produk tersebut memiliki kandungan gula yang tinggi dan tidak dirancang sebagai sumber gizi utama bagi anak.

Kondisi ini, menurut dia, berisiko menimbulkan masalah kesehatan. Anak-anak yang terbiasa mengonsumsi minuman tinggi gula dapat mengalami obesitas, kerusakan gigi (karies), hingga pola makan yang tidak seimbang.
“Yang sering saya temukan di puskesmas, anak terlihat gemuk tapi ternyata pola makannya tidak baik dan banyak mengonsumsi kental manis, sehingga berisiko karies gigi,” katanya.
Sebagai solusi, orang tua disarankan untuk tidak bergantung sepenuhnya pada produk susu kemasan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Pemenuhan nutrisi seimbang dari makanan sehari-hari tetap menjadi kunci utama.
Namun, jika ingin memberikan susu, sebaiknya memilih susu pertumbuhan yang sesuai dengan usia anak dan telah direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Dengan demikian, kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi secara lebih tepat dan aman.


