TEHERAN, TERMINALNEWS.ID – Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, akhirnya angkat bicara terkait kemungkinan negaranya mundur dari ajang Piala Dunia FIFA 2026. Pernyataan tersebut muncul setelah Amerika Serikat meluncurkan serangan militer terhadap Iran pada pekan ini.
Sejak lama, partisipasi Iran di turnamen musim panas tersebut memang diragukan. Iran termasuk di antara 39 negara yang terdampak perluasan kebijakan larangan perjalanan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Bahkan, Iran sempat memboikot undian fase grup yang digelar pada akhir 2025. Sejumlah pejabat penting Iran, termasuk Presiden Federasi Mehdi Taj, tidak mendapatkan visa untuk menghadiri acara tersebut.
Jadwal Iran di Fase Grup Terancam
Berdasarkan hasil undian, Iran dijadwalkan memainkan tiga laga fase grup di Amerika Serikat:
-
Melawan Selandia Baru pada 15 Juni di Los Angeles
-
Menghadapi Belgia pada 21 Juni di Los Angeles
-
Bertemu Mesir pada 26 Juni di Seattle
Namun, situasi geopolitik yang memanas membuat keikutsertaan Iran kini berada di ujung tanduk.
Pernyataan Resmi Mehdi Taj
Dalam wawancara dengan televisi publik Teheran yang dikutip Marca, Mehdi Taj menyatakan:
“Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat, kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia dengan optimistis. Namun, keputusan akhir ada di tangan otoritas olahraga.”
Setelah pemerintahan Trump mengumumkan peluncuran operasi militer besar terhadap Iran, kompetisi liga domestik di Iran juga resmi ditangguhkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Siapa Pengganti Iran Jika Mundur?
Berdasarkan regulasi FIFA, jika sebuah tim mengundurkan diri dari turnamen, maka akan digantikan oleh “alternatif yang dinominasikan, biasanya runner-up langsung dari babak play-off kualifikasi terkait atau tim dengan peringkat tertinggi yang belum lolos dari konfederasi tersebut.”
Dalam aturan tersebut juga disebutkan bahwa apabila penggantian sulit dilakukan karena faktor waktu, visa, atau perjalanan, maka slot grup tetap dipertahankan dan diisi tim pengganti tanpa mengubah jadwal. Dalam kasus luar biasa, susunan grup bisa disesuaikan.
Salah satu kandidat kuat pengganti Iran adalah Uni Emirat Arab (UEA). UEA menjadi tim dengan peringkat tertinggi yang gagal lolos dari zona Asia. Mereka sempat melaju hingga play-off kontinental dan menghadapi Irak di babak kelima kualifikasi.
Namun, UEA kalah agregat 2-3 dari Irak. Irak sendiri dijadwalkan tampil di play-off antarkonfederasi pada 31 Maret melawan Bolivia atau Suriname.
Opsi lain yang sedang dipertimbangkan adalah mempromosikan Irak langsung ke Grup G menggantikan Iran, sementara UEA mengisi slot play-off antarkonfederasi sebagai jalur alternatif menuju putaran final.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi global guna memastikan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 tetap aman dan dapat diikuti seluruh peserta.

