JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jakarta Timur terus dilakukan jajaran Detasemen Perintis Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri.
Pada Kamis (19/2/2026), sebanyak 12 personel diterjunkan untuk melaksanakan patroli rutin di sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan.
Sebelum bergerak, seluruh personel mengikuti apel kesiapan di Markas Komando Detasemen Perintis. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Kepala Detasemen Perintis, Kade Budiyarta, menegaskan bahwa patroli difokuskan pada pencegahan dan kehadiran aktif aparat di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu menjaga situasi tetap kondusif.

Di kawasan Cawang, petugas melakukan pemantauan di sekitar flyover serta menyampaikan imbauan kepada warga agar lebih waspada terhadap barang bawaan. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi aksi kejahatan jalanan. Situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali.
Patroli kemudian berlanjut ke Otista. Di wilayah ini, personel melakukan pengaturan arus lalu lintas sekaligus menindak pengendara yang melawan arus.
Sejumlah teguran diberikan karena pelanggaran tersebut dinilai membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Petugas juga menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan dan menghambat kelancaran lalu lintas.

Selanjutnya, tim bergerak ke kawasan Matraman, termasuk area sekitar Stasiun Matraman. Di lokasi tersebut, personel berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat serta mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Secara umum, kegiatan patroli berjalan aman dan lancar. Tidak ditemukan kejadian menonjol selama pelaksanaan tugas, kecuali masih adanya pengendara yang melawan arus.
Kehadiran aparat mendapat respons positif dari masyarakat. Warga berharap patroli rutin terus ditingkatkan, terutama pada malam hari, guna meminimalkan potensi kerawanan dan menjaga situasi Jakarta Timur tetap aman dan nyaman.

