LONDON, TERMINALNEWS.ID – Musim Premier League selalu dipenuhi berbagai cerita menarik. Namun, salah satu kisah paling unik musim ini justru datang dari luar lapangan.
Seorang kreator konten bernama Frank Illett, yang dikenal dengan julukan The United Strand, mencuri perhatian publik lewat sumpah tak biasa: ia tidak akan memotong rambutnya sampai Manchester United meraih lima kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Syaratnya pun tak main-main. Lima kemenangan tersebut tidak harus terjadi di Premier League saja, tetapi wajib diraih secara beruntun, tanpa jeda hasil imbang atau kekalahan.
Setelah sempat mendekati target dengan empat kemenangan beruntun, harapan Illett pupus ketika Manchester United ditahan imbang West Ham 1-1. Hasil itu membuat hitungan kembali ke nol—dan rambut Illett terus memanjang.
Lantas, seberapa sulit sebenarnya mencatatkan lima kemenangan beruntun di sepak bola Inggris? Faktanya, bahkan bagi klub-klub besar Premier League, capaian ini bukan perkara mudah.
Arsenal menjadi salah satu klub terbaru yang mampu mencatatkan lima kemenangan beruntun. Pasukan Mikel Arteta melakukannya pada periode 21 Oktober hingga 4 November 2025, menegaskan status mereka sebagai tim papan atas meski kembali gagal mengangkat trofi.
Aston Villa bahkan melangkah lebih jauh. Di bawah arahan Unai Emery, klub asal Birmingham itu sempat mencatat 11 kemenangan beruntun di berbagai ajang pada musim 2025/26, setelah mengawali musim dengan enam laga tanpa kemenangan.
Burnley, yang promosi ke Premier League, terakhir meraih lima kemenangan beruntun pada akhir musim 2024/25, meski seluruhnya terjadi saat mereka masih berlaga di Championship. Hal serupa juga dialami Bournemouth, yang terakhir kali mencatatkan lima kemenangan berturut-turut pada musim 2021/22 saat masih berada di kasta kedua.
Brentford bahkan harus menengok jauh ke belakang. Klub London tersebut terakhir mencatat lima kemenangan beruntun pada Maret 2020, menegaskan betapa sulitnya menjaga konsistensi di level tertinggi.
Brighton & Hove Albion menorehkan rekor unik pada Februari–Maret 2025, bangkit dari kekalahan telak 0-7 untuk kemudian meraih lima kemenangan beruntun, termasuk dua kali menundukkan Chelsea.
Chelsea sendiri mencatatkan lima kemenangan berturut-turut pada Januari 2026, baik di ajang domestik maupun Piala Dunia Antarklub. Sementara Crystal Palace di bawah Oliver Glasner tampil impresif dengan lima kemenangan beruntun pada Februari hingga Maret 2025, periode yang juga ditandai dengan rekor tak terkalahkan panjang.
Bagi Manchester United, lima kemenangan beruntun terakhir kali terjadi pada Januari–Februari 2024, saat Erik ten Hag masih menukangi tim dan Marcus Rashford berada dalam performa terbaiknya. Sejak saat itu, baik di era Ruben Amorim maupun Michael Carrick, capaian tersebut belum terulang.
Liverpool, Manchester City, Tottenham Hotspur, hingga Newcastle United juga pernah mencicipi rekor lima kemenangan beruntun dalam dua musim terakhir, meski dengan konteks dan tantangan berbeda-beda. Bahkan tim seperti Nottingham Forest dan Wolverhampton Wanderers sempat menjadi yang paling konsisten dalam periode singkat musim lalu.
Kisah Frank Illett mungkin terdengar kocak, tetapi di balik itu tersimpan fakta penting: meraih lima kemenangan beruntun di sepak bola Inggris adalah prestasi langka, bahkan bagi klub raksasa sekalipun.
Selama Manchester United belum mampu mengulang pencapaian tersebut, satu hal hampir pasti—kisah rambut panjang Illett masih akan terus berlanjut, menjadi simbol betapa kejamnya konsistensi di Premier League.


