JAKARTA, TERMINALNEWS.ID– Prof. Dr. Hidayat Humaid, M.Pd selangkah lagi akan terpilih sebagai Ketua Umum KONI DKI masa Bakti 2026-2030. Hal itu diketahui setelah namanya ditetapkan sebagai calon tunggal secara resmi oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) menyusul ketetapan bahwa hanya dirinya yang dianggap memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan.
Munculnya nama Hidayat sebagai calon tunggal menunjukkan adanya keinginan agar kepemimpinan olahraga di ibu kota terjadi secara berkesinambungan.
Wakil Ketua TPP RBJ Bangkit memberikan penegasan mengenai status legalitas dari proses penjaringan yang telah dilakukan secara transparan selama beberapa pekan terakhir. “TPP telah menetapkan Bakal Calon Atas Nama Prof. Dr. Hidayat Humaid, M.Pd memenuhi persyaratan sebagai Calon Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta masa bakti 2026-2030,” ungkap Bangkit saat memberikan keterangan resmi di sekretariat KONI DKI Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Ketua TPP KONI DKI Jakarta, Aminullah, menjelaskan bahwa meskipun terdapat dua pihak yang mengambil formulir persyaratan, hanya satu kandidat yang menunjukkan keseriusan dengan mengembalikan berkas secara resmi.
Hidayat Humaid menjadi satu-satunya pendaftar yang menyerahkan dokumen persyaratan secara langsung pada 31 Desember 2026 pukul 13.00 WIB di Aula Gedung KONI DKI Jakarta. Kedatangan HH saat itu didampingi oleh barisan pendukung setianya yang menunjukkan soliditas dukungan dari berbagai elemen cabang olahraga di bawah naungan KONI Provinsi.
Memasuki periode 6-7 Januari 2026, TPP melakukan bedah dokumen secara teliti terhadap 73 surat dukungan yang diserahkan oleh tim pemenangan Hidayat Humaid. Dalam proses evaluasi tersebut, ditemukan fakta bahwa tidak semua surat dukungan memenuhi standar legalitas, di mana terdapat 11 surat dukungan yang memerlukan perbaikan segera agar dapat dianggap sah secara hukum organisasi.
Aminullah membeberkan bahwa kendala administratif mencakup persoalan teknis seperti Surat Keputusan (SK) kepengurusan cabor yang sudah kedaluwarsa hingga masalah keabsahan tanda tangan. “Soal SK kepengurusan cabor, tanda tangan bukan dari ketua umum dan surat dukungan hanya foto copy,” ungkap Aminullah saat merinci poin-poin yang menghambat validasi sejumlah dukungan tersebut.
Merespons temuan tersebut, Hidayat Humaid bergerak cepat dengan menyerahkan perbaikan dokumen pada 9 Januari 2026, meskipun hanya 5 surat dukungan yang akhirnya diperbaiki dan dinyatakan valid. Kendati demikian, pengurangan jumlah dukungan tersebut tidak menggoyahkan posisi HH karena total dukungan sah yang dikantongi masih jauh melampaui syarat minimal yakni 17 cabang olahraga, KONI Kota/Kabupaten, dan Badan Fungsional.
Wakil Sekretaris Tim TPP KONI DKI Jakarta, Estepanus Tengko, menegaskan bahwa hanya ada satu nama yang berhasil melewati lubang jarum administratif tersebut. “Yang memenuhi syarat hanya HH. Calon yang lain tidak memenuhi syarat sebagai calon ketum,” terangnya yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) DKI Jakarta.
Agenda selanjutnya bagi Hidayat Humaid adalah penyampaian visi dan misi di hadapan panel TPP yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Januari 2026 mendatang. Seluruh rangkaian proses ini nantinya akan dibawa ke forum tertinggi yakni Musyawarah Olahraga Provinsi (MUSORPROV) XIII KONI DKI Jakarta pada 5 Februari 2026, di mana “TPP akan menyampaikan hasil di hadapan anggota KONI atau cabor saat Musorprov,” pungkas Bangkit.

