BERLIN, TERMINALNEWS.ID – Dunia Formula 1 kembali diramaikan oleh pernyataan tegas dari Ralf Schumacher. Adik kandung legenda F1 Michael Schumacher itu angkat bicara untuk membantah tuduhan “tidak masuk akal” yang kerap diarahkan kepadanya terkait perbandingan rekor sang kakak dengan pembalap generasi terbaru.
Michael Schumacher, juara dunia Formula 1 tujuh kali, belum pernah tampil di depan publik sejak mengalami cedera otak serius akibat kecelakaan ski pada 2013. Hingga kini, keluarga Schumacher memilih menutup rapat informasi soal kondisi kesehatannya dan hanya mengizinkan lingkaran kecil keluarga serta sahabat dekat untuk menjenguknya, termasuk mantan bos Ferrari, Jean Todt.
Bersama Todt, Michael Schumacher menciptakan salah satu kemitraan paling dominan dalam sejarah F1. Ia sukses meraih lima gelar juara dunia berturut-turut bersama Ferrari pada periode 2000–2004, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai legenda balap.
Michael Schumacher sendiri mengoleksi dua gelar awal bersama Benetton pada 1994 dan 1995, sebelum pindah ke Ferrari pada 1997 dan menghabiskan satu dekade di sana. Ia sempat pensiun pada akhir 2006, lalu kembali ke lintasan bersama Mercedes pada 2010 hingga 2012. Meski tak meraih kemenangan pada masa comeback, Schumacher tetap menunjukkan kelasnya sebelum akhirnya pensiun untuk kedua kalinya.

Sejak itu, Lewis Hamilton berhasil menyamai rekor tujuh gelar juara dunia Schumacher. Sementara Max Verstappen nyaris menyamai catatan lima gelar beruntun Michael, namun gagal setelah finis hanya dua poin di belakang Lando Norris pada klasemen akhir F1 musim 2025.
Dalam wawancara dengan media Jerman F1-Insider, Ralf Schumacher—yang juga mantan pembalap F1 bersama Jordan, Williams, dan Toyota—memberikan respons keras saat ditanya apakah ia peduli karena Verstappen gagal menyamai rekor sang kakak.
“Tidak sama sekali. Saya benar-benar tidak peduli,” ujar Ralf. “Hal-hal seperti ini tidak bisa dibandingkan.”
Ralf menegaskan bahwa Michael Schumacher adalah pembalap terbaik di eranya. Menurutnya, kemunculan pembalap baru adalah hal wajar seiring perkembangan zaman.
“Michael adalah dan akan selalu menjadi pembalap terbaik di masanya. Dunia terus bergerak, pembalap baru datang. Saya tidak peduli saat Lewis Hamilton menyamai rekor itu, dan saya juga tidak peduli dengan Max Verstappen,” lanjutnya.
Ia juga membantah tuduhan iri hati yang kerap dialamatkan kepadanya, terutama dari media Inggris, yang menyebut Hamilton secara teori memiliki delapan gelar dan lebih hebat dari Michael Schumacher.
“Itu benar-benar omong kosong,” tegas Ralf. “Setiap pembalap yang sukses seperti Hamilton dan Verstappen sepenuhnya pantas mendapatkan pencapaian mereka.”
Pernyataan Ralf Schumacher ini kembali menegaskan bahwa perbandingan lintas generasi di Formula 1 bukanlah hal yang sederhana, sekaligus memperkuat warisan besar Michael Schumacher sebagai ikon abadi olahraga balap dunia.

