LONDON, TERMINALNEWS.ID – Chelsea resmi berpisah dengan Enzo Maresca pada Hari Tahun Baru, menyusul rentetan hasil buruk serta memburuknya hubungan sang pelatih dengan jajaran petinggi klub. Namun, di balik pemecatan tersebut, muncul fakta mengejutkan yang ikut memperkeruh situasi.
Dalam beberapa bulan menjelang kepergiannya, Maresca dilaporkan telah melakukan pembicaraan dengan perwakilan dua klub lain, yakni Manchester City dan raksasa Serie A, Juventus. Tindakan itu disebut-sebut membuat Chelsea merasa tidak dihormati.
Tak lama setelah pemecatan Maresca diumumkan, laporan lanjutan mengungkap detail yang cukup sensitif. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah komunikasi Maresca dengan Manchester City terkait peluang menjadi suksesor Pep Guardiola di masa depan.
Maresca memang bukan sosok asing bagi City. Ia pernah menangani tim U-21 Manchester City pada musim 2020/2021, sebelum kemudian menjadi asisten langsung Guardiola. Menurut laporan The Athletic, Maresca telah beberapa kali berbicara dengan pihak City mengenai kemungkinan mengisi kursi manajer jika suatu saat terjadi kekosongan.

Bahkan, Maresca dikabarkan sudah memberi tahu Chelsea pada akhir Oktober dan kembali pada pertengahan Desember bahwa dirinya tengah berdiskusi dengan orang-orang yang terkait dengan Manchester City mengenai “pencalonannya sebagai manajer di masa depan”.
Secara kontrak, Maresca memang wajib melaporkan setiap komunikasi dengan klub lain, dan hal itu sudah ia lakukan. Selain Manchester City, Juventus juga disebut sebagai klub yang terlibat dalam pembicaraan tersebut. Namun demikian, Sky Sports melaporkan bahwa Chelsea tetap menganggap Maresca telah bersikap tidak profesional dan “tidak menghormati” klub.
Laporan yang sama juga menyebut Maresca dinilai “kurang memiliki ketahanan mental dan kedewasaan emosional”. Ia bahkan diklaim beberapa kali mengabaikan saran dari tim medis Chelsea.
Pernyataan kontroversial Maresca soal “48 jam terburuk” disebut sebagai reaksi emosional terhadap rekomendasi tim medis klub. Seusai kemenangan Chelsea 2-0 atas Everton pada Desember lalu, Maresca sempat melontarkan pernyataan yang memicu sorotan.
“Cara para pemain ingin belajar sangat luar biasa, dan itulah alasan saya memuji mereka. Dengan begitu banyak masalah, mereka tetap tampil baik setelah pekan yang rumit,” ujar Maresca saat itu.
Ia menambahkan, “Sejak saya bergabung dengan klub ini, 48 jam terakhir adalah yang terburuk karena banyak orang tidak mendukung kami.”
Kini, Chelsea bergerak cepat untuk menunjuk pelatih permanen pengganti Maresca. Dari sejumlah nama yang masuk daftar kandidat, pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, dikabarkan menjadi salah satu calon terkuat untuk mengisi posisi tersebut.

