LONDON, TERMINALNEWS.ID – Penggemar Premier League selalu menaruh perhatian besar pada rekor-rekor yang tercipta sepanjang musim.
Menariknya, hingga paruh musim 2025/2026, ada tujuh rekor Premier League yang berpeluang besar terpecahkan sebelum kompetisi berakhir pada Mei 2026.
Musim ini berjalan sangat atraktif. Sejumlah pemain dan klub berada di jalur sejarah—baik untuk catatan gemilang maupun rekor kelam yang ingin dihindari.
Salah satu rekor yang masih bertahan adalah catatan kandang Manchester United. Setan Merah belum pernah kalah di Old Trafford ketika unggul saat turun minum sejak Mei 1984, sebuah rekor luar biasa yang tetap aman meski mereka ditahan imbang Bournemouth 4-4 awal bulan ini.
Lantas, rekor apa saja yang bisa tercipta hingga akhir musim? Berikut ulasannya berdasarkan data Opta.
1. Gol Terbanyak dalam Satu Musim Premier League

Erling Haaland (Manchester City)
Tak mengherankan jika nama Erling Haaland kembali masuk daftar. Penyerang Manchester City itu berpeluang memecahkan rekornya sendiri.
Haaland mencetak 36 gol pada musim 2022/2023, melewati rekor lama milik Andy Cole dan Alan Shearer. Meski sempat diganggu cedera musim lalu, striker asal Norwegia itu kini kembali tajam dengan 19 gol dari 18 laga.
Dengan rata-rata satu gol setiap 77 menit, Haaland hanya membutuhkan 18 gol lagi dari 20 pertandingan tersisa. Derby Manchester pada 17 Januari pun bisa menjadi panggung spesial baginya.
2. Assist Terbanyak dalam Satu Musim

Rayan Cherki (Manchester City) & Bruno Fernandes (Manchester United)
Persaingan raja assist musim ini berlangsung sengit. Rayan Cherki dan Bruno Fernandes sama-sama telah mengoleksi 7 assist.
Namun, Cherki lebih unggul secara efisiensi. Ia mencatatkan assist dalam 644 menit bermain, jauh lebih cepat dibanding Fernandes yang butuh 1.477 menit.
Rekor assist terbanyak Premier League masih dipegang Thierry Henry (20 assist, 2002/2003) dan Kevin De Bruyne (2019/2020). Dengan performa impresif, Cherki disebut sebagai kandidat terkuat untuk memecahkan rekor tersebut.
3. Pencetak Gol Termuda Premier Leagu

Max Dowman (Arsenal)
Rekor pencetak gol termuda masih dipegang James Vaughan yang mencetak gol untuk Everton pada usia 16 tahun 270 hari.
Wonderkid Arsenal, Max Dowman, kini berpeluang menorehkan sejarah. Ia telah menjalani debut liga dan baru berusia 16 tahun. Dowman memiliki waktu hingga September 2026 untuk melampaui rekor Vaughan.
Namun, cedera ligamen pergelangan kaki yang dialaminya sejak November bisa menjadi penghambat ambisinya musim ini.
4. Gol Penentu Kemenangan Menit Akhir Terbanyak
Musim ini penuh drama hingga detik terakhir. Sebanyak 16 pertandingan sejauh ini ditentukan oleh gol pada menit ke-90 atau lebih.
Hanya dibutuhkan sembilan gol penentu lagi dari 194 laga tersisa untuk melampaui rekor musim 2023/2024 dengan 27 gol kemenangan menit akhir.
Arsenal menjadi salah satu tim yang patut diperhatikan, terutama lewat keunggulan mereka dalam situasi bola mati di menit-menit krusial.
5. Penampilan Terbanyak Sepanjang Sejarah Premier League
James Milner
Rekor ini hampir pasti pecah. James Milner kini mengoleksi 648 penampilan Premier League, hanya terpaut lima laga dari rekor Gareth Barry (653).
Jika terus bermain reguler bersama Brighton, Milner bisa mencetak sejarah pada akhir Januari. Di usia 39 tahun, ia bahkan berpotensi menutup musim dengan 667 penampilan, sebuah rekor yang mungkin bertahan puluhan tahun.
6. Poin Paling Sedikit dalam Satu Musim
Wolverhampton Wanderers
Wolves terancam mencetak rekor paling suram. Hingga paruh musim, mereka baru mengumpulkan 3 poin dari 19 laga.
Rekor terburuk sepanjang sejarah masih dipegang Derby County dengan 11 poin (2007/2008). Statistik memproyeksikan Wolves bisa mengakhiri musim dengan hanya 6 poin, separuh dari raihan Derby.
Hasil imbang 1-1 melawan Manchester United di Old Trafford setidaknya memberi harapan kecil bagi Wolves untuk menghindari rekor tersebut.
7. Kekalahan Terbanyak dalam Satu Musim
Masalah Wolves belum berhenti. Dengan 16 kekalahan dari 19 pertandingan, mereka juga berpeluang memecahkan rekor kekalahan terbanyak.
Rekor saat ini adalah 29 kekalahan (Derby County 2007/2008 dan Ipswich Town 1994/1995). Jika tren buruk berlanjut, Wolves bisa menutup musim dengan 32 kekalahan.
Dengan jadwal berat melawan Newcastle United dan Manchester City, misi Wolves tampaknya bukan lagi sekadar bertahan, melainkan menghindari status sebagai tim terburuk sepanjang sejarah Premier League.

