LONDON, TERMINALNEWS.ID – Chelsea asuhan Enzo Maresca sukses menutup musim dengan manis setelah menjuarai Europa Conference League usai menghajar Real Betis 4-1 di partai final yang digelar di Stadion Miejski, Wrocław, pada Rabu (28/5/2025) malam waktu setempat.
Kemenangan ini mengantarkan The Blues mencetak sejarah sebagai klub pertama yang berhasil menjuarai seluruh kompetisi utama UEFA: Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League.
Laga dimulai dengan kejutan saat Abdessamad Ezzalzouli membawa Real Betis unggul cepat di menit ke-9 setelah menerima umpan cerdik dari Isco. Chelsea baru mampu menyamakan kedudukan di menit ke-65 melalui sundulan Enzo Fernandez memanfaatkan umpan dari Cole Palmer.
Hanya beberapa menit berselang, Nicolas Jackson membalikkan keadaan lewat gol hasil assist kedua Palmer. Jadon Sancho memperbesar keunggulan lewat tembakan melengkung ke pojok kanan atas pada menit ke-82, sebelum Moises Caicedo menutup pesta gol dengan satu lesakan di masa tambahan waktu.

Dengan kemenangan ini, Chelsea resmi menjadi klub pertama dalam sejarah yang mampu menjuarai ketiga kompetisi Eropa UEFA. Namun, keberhasilan ini justru menghadirkan dilema unik bagi klub asal London Barat tersebut menjelang musim 2025/26.
Sesuai aturan UEFA, juara Europa Conference League berhak tampil di Liga Europa musim berikutnya. Namun di sisi lain, Chelsea juga telah memastikan tempat di Liga Champions musim depan setelah finis di posisi keempat Premier League 2024/25 berkat kemenangan tipis 1-0 di laga terakhir musim.
Kini, The Blues harus memilih antara mengikuti Liga Champions atau menerima jatah otomatis tampil di fase grup Liga Europa. Mengingat reputasi dan sejarah klub yang sudah dua kali menjuarai Liga Champions, besar kemungkinan Chelsea akan tetap memilih kompetisi kasta tertinggi Eropa.

Menurut jurnalis ESPN, Dale Johnson, keputusan sepenuhnya berada di tangan Chelsea. Hal ini dirancang UEFA untuk memberi fleksibilitas, khususnya bagi klub dari liga-liga kecil Eropa. Jika merasa jalur kualifikasi Liga Champions terlalu berat, sebuah klub bisa memilih tempat otomatis di Liga Europa yang diperoleh lewat gelar Conference League.
Sementara itu, Cole Palmer kembali menjadi sorotan. Meski sempat dikritik karena wawancara pascalaga yang dianggap “kurang sopan,” sang playmaker tampil luar biasa dengan dua assist penting dan dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.
Pelatih Enzo Maresca, yang sempat mendapat tekanan sepanjang musim, membalas kritik dengan tegas usai kemenangan atas Nottingham Forest beberapa waktu lalu.

“Saya tidak pernah meragukan para pemain saya. Keraguan itu datang dari luar. Katanya mereka terlalu muda, tidak cukup bagus, tidak bisa menang di laga-laga penting. Tapi mereka membuktikan semua itu salah,” tegas Maresca, dikutip dari football.london. “Bagaimana bilangnya dalam bahasa Inggris? ‘F*** off to all of them.’”
Dengan trofi di tangan dan tiket Liga Champions dalam genggaman, Chelsea menatap musim baru dengan penuh optimisme — meski harus terlebih dahulu memutuskan kompetisi mana yang akan mereka ikuti secara resmi.


