BerandaDaerahWagub Rano Karno Dorong...

Wagub Rano Karno Dorong Revitalisasi Kota Tua Terpadu Seiring Kehadiran MRT

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat langkah penataan kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, seiring mendekati rampungnya pembangunan stasiun MRT di wilayah tersebut. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turun langsung meninjau kawasan bersejarah itu, Rabu (17/12), untuk memastikan kesiapan revitalisasi dilakukan secara menyeluruh.

Dalam kunjungannya, Rano menegaskan bahwa Kota Tua tidak bisa ditangani dengan pendekatan sektoral. Menurutnya, kawasan dengan nilai sejarah tinggi ini membutuhkan penataan terpadu yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat.

“Kota Tua ini bukan proyek jangka pendek. Prosesnya sudah berjalan lama dan sempat terhenti. Karena itu, kita harus melanjutkannya dengan perencanaan matang dan kolaborasi lintas sektor,” kata Rano.

Baca Juga :   KAI Imbau Masyarakat untuk Segera Merencanakan Perjalanan,Puncak Arus Balik Diperkirakan 6 April 2025

Ia menyebutkan, keberadaan MRT akan menjadi katalis utama perubahan wajah Kota Tua. Oleh sebab itu, revitalisasi kawasan harus berjalan paralel dengan pengembangan transportasi massal agar kawasan tidak tertinggal saat MRT mulai beroperasi.

“Begitu MRT aktif, arus manusia ke Kota Tua akan melonjak. Penataan tidak boleh menunggu, karena kalau terlambat, dampaknya justru akan menyulitkan pengelolaan kawasan,” ujarnya.

siaranpers pemprov dki 20251217122155 bu1iiv 921

Lebih lanjut Wagub Rano memaparkan, integrasi berbagai moda transportasi di kawasan Kota Tua akan menjadikannya salah satu titik dengan mobilitas tertinggi di Jakarta. Saat ini, Stasiun Jakarta Kota melayani sekitar 1,3 juta penumpang per hari, dan angka tersebut diproyeksikan meningkat signifikan dengan tambahan pengguna MRT serta TransJakarta.

Baca Juga :   Pesan Pj. Gubernur Teguh di Hari Terakhir Kerjanya, Harapkan Jakarta Makin Berkembang dan Warga Sejahtera.

“Bisa mencapai jutaan orang setiap hari. Ini peluang besar, tetapi juga tantangan. Kalau tidak diatur dengan baik, potensi ini justru bisa menimbulkan persoalan baru,” jelasnya.

Pemprov DKI, lanjut Rano, juga menyiapkan penataan bagi aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pengaturan pedagang kaki lima, area parkir, dan ruang usaha. Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan ekonomi tetap hidup tanpa mengorbankan nilai sejarah dan kenyamanan kawasan.

Selain itu, Rano mengungkapkan bahwa dirinya mendapat mandat langsung dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk mengawal revitalisasi Kota Tua. Ke depan, Pemprov DKI akan membentuk lembaga khusus yang bertugas mengoordinasikan penataan kawasan secara berkelanjutan.

“Kami ingin semua peran dan tanggung jawab jelas. Dengan kelembagaan yang kuat, revitalisasi Kota Tua bisa berjalan konsisten dan tidak terputus lagi,” pungkasnya.|Foto DinasKominfotik

Baca Juga :   Suara Tana Timur: Dari Jayapura, Gaung Musik Timur Menggema ke Seluruh Nusantara

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img