JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Aktris Acha Septriasa resmi memperluas kiprahnya di industri perfilman dengan menjadi salah satu pendiri Avarta Media, perusahaan media terintegrasi yang diluncurkan di Jakarta baru-baru ini. Langkah ini menandai fase baru perjalanan karier Acha setelah lebih dari dua dekade berkarya sebagai pemeran film.
“Setelah 20 tahun dan 55 film di depan kamera, saya memahami apa yang membuat penonton Indonesia tertawa, menangis, dan berpikir,” ujar Acha dalam keterangan pers, Jumat (12/12).
Acha mendirikan Avarta Media bersama pengusaha kembar Ardi dan Arya Setiadharma, yang sebelumnya mengembangkan Virtuelines Entertainment, perusahaan pendanaan film yang sejak 2023 telah terlibat dalam lebih dari delapan film layar lebar, termasuk “Qodrat 2” dan “Kuasa Gelap”.
Dalam struktur perusahaan, Acha berperan sebagai Co-Founder dan terjun langsung dalam penyusunan slate kreatif, khususnya pengembangan cerita yang mengedepankan unsur hiburan namun tetap memiliki relevansi sosial.
“Sebagai Co-Founder Avarta Media, saya tidak sekadar meminjamkan nama. Saya aktif membentuk slate kreatif kami. Kami berkomitmen pada cerita yang menghibur sekaligus bermakna,” katanya.
Sementara itu, Arya menjelaskan bahwa Avarta Media membawa pendekatan modal ventura ke dalam penceritaan kreatif melalui identifikasi talenta, pengelolaan risiko lewat slate yang terdiversifikasi, hingga pembangunan waralaba film dengan nilai jangka panjang. Menurutnya, keterlibatan Acha semakin menguatkan kemampuan bisnis mereka.
“Dengan rekam jejak Virtuelines dan visi kreatif Acha, kami siap memproduksi film yang sukses secara komersial maupun artistik,” ujarnya.
Avarta Media, bekerja bersama Virtuelines Entertainment, juga telah menjalin kemitraan dengan sejumlah rumah produksi seperti MAGMA Entertainment, Paragon Pictures, BION Studios, Wahana Kreator, dan Caravan Studio. Model kolaboratif ini memungkinkan keterlibatan di beragam proyek sekaligus membuka akses terhadap talenta kreatif terbaik.
Ke depan, Avarta Media menyiapkan proyek film orisinal berjudul “9 Aku, Cinta Tanpa Syarat”, sebuah drama tentang seorang perempuan yang hidup dengan gangguan identitas disosiatif. Film yang diproduksi bersama Shanaya Films itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik tentang isu kesehatan mental serta kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak.
“Indonesia adalah pasar film terbesar ke-9 di dunia, dan kami ingin membantu industrinya naik ke level berikutnya,” kata Ardi.
Dengan visi kreatif dan pendekatan bisnis yang terukur, Avarta Media menargetkan menjadi pemain penting dalam ekosistem film nasional, menghadirkan karya yang kuat secara cerita sekaligus kompetitif secara komersial.

