DOHA, TERMINALNEWS.ID – Lewis Hamilton kembali menunjukkan rasa frustrasinya setelah tampil buruk dalam sesi kualifikasi sprint Grand Prix Qatar 2025 di Sirkuit Internasional Lusail, Jumat kemain.
Sebuah pesan radio yang tidak masuk dalam siaran resmi memperlihatkan betapa kecewanya juara dunia tujuh kali itu terhadap performanya musim ini.
Akhir pekan di Qatar menjadi salah satu dari dua kesempatan terakhir bagi Hamilton untuk menghindari musim tanpa podium — sesuatu yang belum pernah terjadi sepanjang kariernya. Namun, harapan itu kembali terganjal setelah ia hanya mampu menempati posisi P18 pada sesi kualifikasi sprint.
Sejak bergabung dengan Ferrari pada awal musim 2025, Hamilton hanya mampu finis di posisi keempat dalam tiga balapan: Grand Prix Austria, Inggris, dan Amerika Serikat. Jauh dari ekspektasi sejumlah pihak yang menjagokan pebalap 40 tahun itu untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia.

Serangkaian hasil mengecewakan itu membuat Hamilton beberapa kali melontarkan kritik pedas terhadap performa mobilnya. Begitu juga setelah sesi kualifikasi sprint Qatar berakhir.
Setelah melintasi garis finis di SQ1 dan menyadari mobilnya tidak bisa melaju lebih cepat, Hamilton terdengar kesal. Ketika radio timnya sempat hening cukup lama, ia akhirnya bertanya kepada race engineer Riccardo Adami:
“Assume by your silence that I’m out?”
(“Dari diamnya kamu, aku keluar ya?”)
Adami kemudian menjawab singkat: “P18.”
Sementara Hamilton terpuruk, rekan setimnya Charles Leclerc berhasil melaju ke sesi kualifikasi terakhir dan mengamankan posisi start P9 untuk sprint race hari Sabtu.
Berbicara kepada media setelah sesi, Hamilton kembali menegaskan kekecewaannya. Ditanya soal kurangnya kecepatan mobil, ia menjawab singkat, “Sama seperti biasanya.”
Ketika ditanya apakah penggunaan rear wing high-downforce memberikan perubahan, ia merespons: “Tidak, jelas tidak.”
Ditanya apakah ada hal positif yang bisa dibawa ke sprint race, Hamilton hanya menjawab sarkastik:
“Cuacanya bagus.”

