JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Asosiasi Pemain Bola Basket Nasional (National Basketball Players Association/NBPA) mengeluarkan pernyataan resmi setelah dua nama besar NBA, Terry Rozier dan Chauncey Billups, ditangkap oleh FBI terkait penyelidikan kasus taruhan olahraga ilegal.
Penangkapan tersebut dilakukan pada Kamis (24/10/2025), di mana Terry Rozier, guard dari Miami Heat, dan Chauncey Billups, pelatih kepala Portland Trail Blazers, diduga terlibat dalam skema perjudian ilegal yang memanfaatkan informasi internal NBA.
Dugaan Taruhan Ilegal dan Penipuan Finansial
Menurut laporan Daily Mail, Rozier dan Billups kini menghadapi dakwaan pencucian uang serta konspirasi penipuan melalui jaringan elektronik (wire fraud). Keduanya dijadwalkan menjalani sidang awal pada Kamis waktu setempat.
Dalam kasus Terry Rozier, beberapa bandar taruhan di berbagai negara bagian Amerika Serikat dilaporkan menandai aktivitas taruhan mencurigakan pada statistik sang pemain sebelum pertandingan antara Charlotte Hornets dan New Orleans Pelicans pada 23 Maret 2023.
Kuasa hukum Rozier, Jim Trusty, kepada ESPN mengungkapkan bahwa kliennya telah bertemu dengan pihak NBA dan FBI beberapa kali sepanjang 2023, dan pada saat itu liga memutuskan bahwa Rozier tidak bersalah atas dugaan pelanggaran tersebut.
Keterkaitan dengan Kasus Jontay Porter
Menurut laporan BBC, penangkapan Rozier dan Billups diduga berkaitan dengan penyelidikan atas kasus Jontay Porter, mantan pemain Toronto Raptors, yang sebelumnya mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi penipuan pada Juli 2024.
Porter dituduh sengaja memanipulasi performanya di lapangan untuk membantu pihak lain memenangkan taruhan. Ia kini menunggu vonis hukuman pada Desember mendatang dan telah dilarang seumur hidup oleh NBA.
Pernyataan Resmi dari NBPA
Menanggapi situasi ini, NBPA menegaskan komitmen mereka terhadap integritas permainan sekaligus perlindungan hak-hak hukum para pemain.
Dalam pernyataannya, juru bicara NBPA mengatakan:
“Integritas permainan adalah hal yang sangat penting bagi para pemain NBA. Namun, asas praduga tak bersalah juga harus dihormati. Keduanya akan terhambat jika popularitas pemain disalahgunakan untuk mencari perhatian. Kami akan memastikan bahwa anggota kami dilindungi dan mendapatkan hak hukum yang semestinya selama proses ini berlangsung.”
Hingga berita ini diturunkan, pihak Miami Heat, Portland Trail Blazers, serta NBA belum memberikan komentar resmi terkait kasus ini.

