JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Kabar gembira menyertai peringatan Hari Santri tahun ini. Presiden Prabowo Subianto resmi memberikan persetujuan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren (Ditjen Pesantren) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).
Langkah ini menandai babak baru dalam penguatan peran pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia.
Perjuangan Panjang Sejak 2019
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan rasa syukur atas keputusan tersebut. Ia menilai kehadiran Ditjen Pesantren merupakan hasil perjuangan panjang yang melibatkan banyak pihak lintas kepemimpinan.
“Usulan pembentukan Ditjen Pesantren ini sudah dimulai sejak 2019. Alhamdulillah, perjuangan yang dimulai dari era Pak Lukman Hakim Saifuddin hingga kini akhirnya berbuah hasil,” kata Menag di Jakarta usai memimpin Apel Hari Santri di halaman Kantor Kemenag, Rabu (22/10).
Persetujuan itu tertuang dalam surat B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 tertanggal 21 Oktober 2025, yang ditandatangani Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi atas nama Presiden.
Wamenag: Pemerintah Kini Lebih Hadir untuk Pesantren
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menjelaskan, dengan adanya izin prakarsa penyusunan rancangan Peraturan Presiden tentang perubahan atas Perpres Nomor 152 Tahun 2024, maka langkah pembentukan Ditjen Pesantren resmi dimulai.
“Dengan izin prakarsa ini, Presiden memberi lampu hijau untuk membentuk Ditjen Pesantren agar perhatian terhadap lembaga pesantren semakin besar, baik dari sisi personalia, pendanaan, maupun program,” ujar Romo Syafi’i.Menurutnya, Ditjen ini akan menjadi motor penggerak peningkatan kapasitas pesantren di tiga bidang utama: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Menag: Wadah Konsolidasi dan Validasi Data Pesantren
Menag Nasaruddin menegaskan, Ditjen Pesantren nantinya akan fokus melakukan konsolidasi nasional atas seluruh pondok pesantren di Indonesia.
“Selama ini masih ada pesantren yang belum terdata atau belum terjangkau bantuan pemerintah. Dengan Ditjen, koordinasi akan lebih kuat dan terstruktur,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendataan dan sertifikasi pesantren akan diperkuat agar program pembinaan lebih tepat sasaran.
“Data yang valid menjadi kunci agar setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan pesantren,” tegasnya.
Apel Hari Santri Simbol Kebersamaan Lintas Agama
Peringatan Hari Santri 2025 di Kemenag berlangsung penuh khidmat dengan nuansa kebersamaan.
Menariknya, petugas apel berasal dari lintas agama — simbol kuat komitmen moderasi beragama di tubuh Kemenag.
Dirjen Bimas Katolik Suparman bertugas sebagai Komandan Apel, sementara Dirjen Bimas Hindu, Buddha, Kristen, dan Islam turut mengambil bagian dalam pembacaan teks-teks kebangsaan dan doa penutup.
Apel juga dihadiri ratusan santri dari berbagai lembaga pendidikan keagamaan.
Menuju Era Baru Pesantren Indonesia
Dengan restu Presiden Prabowo, pemerintah kini memiliki payung kelembagaan yang lebih kuat untuk memperkuat pesantren.
Menag Nasaruddin optimistis, kehadiran Ditjen Pesantren akan menjadi momentum penting bagi kebangkitan dunia santri.
“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tapi juga pusat pembentukan karakter, inovasi sosial, dan ketahanan bangsa,” ujarnya.|Foto : Istimewa


