BerandaNewsNasionalKementerian Kebudayaan Luncurkan Program...

Kementerian Kebudayaan Luncurkan Program SINEMA, Dorong Narasi Baru Kepahlawanan dalam Film Indonesia

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Kementerian Kebudayaan meluncurkan program “SINEMA: Skenario Inspiratif Nasional Ekspresi Merawat Asa” melalui diskusi dan sosialisasi di Gedung A Kemendikbudristek, Senayan, Jakarta. Program ini menjadi langkah awal untuk merumuskan arah baru narasi kepahlawanan dalam perfilman Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada insan perfilman yang terus konsisten menghadirkan karya-karya berkualitas. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan untuk mendukung ekosistem perfilman Indonesia yang sejauh ini masih sangat produktif,” ujarnya.

Kementerian Kebudayaan Diskusi SINEMA Skenario Inspiratif Nasional Ekspresi Merawat Asa Narasi Kepahlawanan Film 1 760x490 1 1

Program SINEMA hadir sebagai ruang kreatif bagi penulis skenario, dengan kompetisi terbuka bagi masyarakat untuk menulis naskah film bertema kepahlawanan. Fadli menegaskan, penulisan skenario berperan penting dalam industri film karena menjadi dasar lahirnya cerita inspiratif dan cerdas. “Kompetisi ini kami harapkan dapat menjadi stimulus bagi masyarakat, terutama penulis skenario atau mereka yang tertarik dengan sejarah, untuk menuangkan ide-idenya,” katanya.

Baca Juga :   Kolaborasi OJK dan Bank DKI Wujudkan Pulau Seribu Jadi Digital Island

Lebih jauh, Fadli menekankan film bukan sekadar hiburan, tetapi juga alat diplomasi budaya dan soft power Indonesia. Networking dengan sineas luar negeri di festival internasional dinilainya penting untuk memperkuat posisi film nasional di kancah global.

Selain sosialisasi, acara ini juga menghadirkan diskusi “NGOFI (Ngobrol Film): Tantangan dan Peluang Film Narasi Kepahlawanan)” dengan menghadirkan sineas ternama seperti Celerina Judisari (produser), Rahabi Mandra (penulis & sutradara), dan Robby Ertanto (sutradara).

Dari diskusi terungkap sejumlah tantangan film bertema kepahlawanan, mulai dari kebutuhan riset mendalam, pendanaan, hingga distribusi. Para panelis menekankan pentingnya kolaborasi erat dengan akademisi, psikolog, hingga komunitas agar cerita yang dihasilkan relevan, emosional, dan mampu menjangkau generasi muda.

Baca Juga :   Para Guru se-Jakarta Selatan Bertanya Bagaimana Hadapi Oknum Wartawan Nakal, Ini Jawaban PWI DKI Jakarta

Sutradara Rahabi Mandra menambahkan, promosi yang tepat juga kunci agar film kepahlawanan mendapat perhatian publik. “Kalau ceritanya autentik, bisa menarik perhatian global. Kalau promosinya tepat, masyarakat akan lebih tertarik untuk menonton,” pungkasnya.|Foto : Istimewa

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -