JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Brand kuliner cepat saji asal Indonesia, Se’Indonesia, resmi masuk dalam daftar Forbes Asia 100 to Watch 2025, sebuah pengakuan bergengsi yang menyoroti perusahaan rintisan dan skala kecil paling menjanjikan di kawasan Asia-Pasifik.
Prestasi ini menegaskan posisi Se’Indonesia sebagai pelopor inovasi bisnis kuliner berbasis cita rasa lokal yang berhasil bersaing di kancah internasional.
Forbes Asia 100 to Watch merupakan daftar tahunan yang memilih 100 perusahaan rintisan dan skala kecil dari 16 negara di Asia-Pasifik.
Tahun ini, sektor yang mendominasi adalah biotech, green tech, space tech, dan deep tech. Dari 100 perusahaan yang masuk, hanya delapan berasal dari Indonesia.

Menariknya, Se’Indonesia menjadi satu-satunya brand food and beverage (F&B) asal Indonesia yang berhasil terpilih, merepresentasikan pesatnya pertumbuhan sektor kuliner berbasis budaya lokal.
Didirikan pada 2022, Se’Indonesia membawa misi merevolusi makanan cepat saji dengan menghadirkan protein berkualitas tinggi yang tetap terjangkau.
Terinspirasi dari hidangan tradisional se’i asap khas Nusa Tenggara Timur, perusahaan ini menghadirkan rice box daging sapi asap premium yang kini menjadi favorit masyarakat di berbagai kota besar.
Dengan mengadopsi model dapur terpusat yang ditopang teknologi, Se’Indonesia mampu menjaga konsistensi rasa sekaligus menekan biaya produksi.
Strategi tersebut terbukti efektif dalam memperluas jangkauan pasar. Saat ini, Se’Indonesia mencatatkan penyajian lebih dari 2 juta porsi per bulan melalui lebih dari 150 outlet online maupun dine-in yang tersebar di Jawa, Bali, dan Sumatra.
Pada April 2025, Se’Indonesia mengumumkan keberhasilan meraih pendanaan Seri A senilai USD 9,7 juta.
Pendanaan ini dipimpin oleh Insignia Ventures Partners dengan partisipasi Argor Ventures, Saison Capital, W Fund, serta investor sebelumnya seperti Kopital Ventures, Mulia Sky Capital, dan Trihill Capital.

Dana segar tersebut akan difokuskan untuk memperluas jaringan gerai dine-in ke berbagai kota di Indonesia sekaligus memperkuat fondasi ekspansi ke negara tetangga di masa mendatang.
Langkah ini diharapkan dapat memperbesar eksposur kuliner nusantara di pasar internasional.
Co-Founder & CEO Se’Indonesia, Rinaldi Dharma Utama, menyebut keberhasilan masuk daftar Forbes Asia 100 to Watch sebagai bentuk pengakuan global yang membanggakan bagi industri kuliner tanah air.
“Terpilih dalam daftar Forbes Asia 100 to Watch adalah pengakuan global bagi Se’Indonesia sekaligus kuliner nusantara. Kami ingin menunjukkan bahwa makanan Indonesia bisa berdiri sejajar dengan brand internasional, dengan tetap menghadirkan cita rasa otentik yang premium namun tetap terjangkau bagi semua kalangan,” ujarnya.
Rinaldi menambahkan, pencapaian ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas, merayakan kekayaan budaya, sekaligus menciptakan inovasi di industri makanan cepat saji.
Lebih dari sekadar bisnis, ekspansi Se’Indonesia turut membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah.
Perusahaan ini menekankan pentingnya sinergi antara kualitas produk, kebanggaan budaya, dan efisiensi operasional.
Dengan strategi tersebut, Se’Indonesia berupaya tidak hanya menjadi pemain besar di industri F&B nasional, tetapi juga menjadikan kuliner Indonesia sebagai bagian dari percaturan global.
Forbes mencatat, kehadiran Se’Indonesia dalam daftar ini menandai semakin kuatnya tren kuliner berbasis tradisi lokal yang mampu bertransformasi melalui inovasi bisnis modern.
Di tengah dominasi perusahaan teknologi, keberhasilan Se’Indonesia dianggap representasi penting bagi diversifikasi sektor startup Indonesia.
Se’Indonesia adalah jaringan restoran cepat saji yang berdiri sejak 2022. Terinspirasi dari kuliner tradisional se’i asap khas Nusa Tenggara Timur, Se’Indonesia menghadirkan makanan berkualitas tinggi yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Melalui kombinasi kualitas premium, harga bersaing, dan inovasi operasional, Se’Indonesia berkomitmen membawa cita rasa nusantara ke panggung internasional.

