JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Garudayaksa FC membuka kiprah mereka di Pegadaian Championship musim 2025/2026 dengan kemenangan penting.
Bertandang ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (14/9/2025), tim besutan Eka Ramdani sukses menaklukkan tuan rumah Sriwijaya FC dengan skor 2-0.
Gol cepat dari Dheco Hari Zaky di menit ke-4 serta tambahan gol Everton Nascimento pada menit ke-19 memastikan tiga poin pertama bagi Garudayaksa FC di laga perdana kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia tersebut.
Pertandingan baru berjalan empat menit ketika Garudayaksa FC berhasil membuka keunggulan. Melalui serangan dari sisi kiri, Dheco Hari Zaky memanfaatkan celah di lini pertahanan Sriwijaya FC dan melepaskan tendangan keras yang tak mampu dijangkau kiper lawan.
Keunggulan cepat ini membuat tim tamu semakin percaya diri. Tekanan terus diberikan hingga akhirnya pada menit ke-19, giliran pemain asing asal Brasil, Everton Nascimento, mencatatkan namanya di papan skor.
Menerima umpan terukur dari lini tengah, Everton melepaskan sepakan terarah yang kembali merobek gawang Sriwijaya FC.
Dua gol tersebut membuat Garudayaksa FC unggul 2-0 di babak pertama. Meski Sriwijaya FC mencoba bangkit di paruh kedua dengan dukungan penuh ribuan pendukungnya, pertahanan disiplin tim tamu mampu meredam setiap upaya. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 tetap bertahan.
Pelatih Garudayaksa FC, Eka Ramdani, mengaku puas dengan hasil positif ini. Namun, ia menilai permainan timnya belum sepenuhnya berjalan sesuai rencana.
“Alhamdulillah, atas izin Allah kita bisa meraih tiga poin. Overall anak-anak bermain baik, hanya saja secara permainan belum sepenuhnya sesuai game plan. Tapi saya sangat mengapresiasi kegigihan para pemain untuk memenangkan pertandingan ini,” ujar Eka usai laga.
Eka menegaskan bahwa kunci kemenangan adalah semangat para pemain yang mampu menjalankan instruksi meski menghadapi tekanan dari tuan rumah.
“Kuncinya ada pada kemauan mereka. Anak-anak pantas mendapat apresiasi karena bisa fokus sejak menit awal,” tambahnya.
Kapten Garudayaksa FC, Asep Berlian, juga menyoroti mental kuat rekan-rekannya dalam menghadapi atmosfer tandang yang sulit.
“Alhamdulillah kita bisa menjalankan instruksi pelatih di pertandingan ini. Walaupun sempat kesulitan di menit awal, kami bisa memanfaatkan peluang demi peluang sehingga membawa pulang tiga poin,” kata Asep.
Ia menilai kemenangan di laga perdana ini menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya. “Semoga ini jadi awal yang baik dan bisa terus konsisten,” ucapnya.
Tambahan tiga poin ini menempatkan Garudayaksa FC di posisi kedua klasemen sementara Grup Barat Pegadaian Championship 2025/2026 pekan pertama.
Mereka berada di bawah tim yang juga meraih kemenangan dengan selisih gol lebih besar.
Hasil ini membuat Garudayaksa FC langsung masuk dalam persaingan papan atas sejak awal musim.
Bagi tim yang baru menata skuad dengan sejumlah pemain muda dan asing, catatan tersebut menjadi sinyal positif.
Garudayaksa FC tidak punya banyak waktu untuk beristirahat. Pekan depan, mereka akan menghadapi ujian berikutnya melawan Persekat Tegal.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, pada Sabtu (20/9/2025) pukul 15.30 WIB.
Laga kontra Persekat diyakini tidak akan mudah. Tim asal Tegal itu dikenal memiliki permainan cepat dengan pressing ketat.
Namun, dengan kemenangan tandang di Palembang, motivasi Garudayaksa FC diperkirakan semakin tinggi untuk melanjutkan tren positif.
Di sisi lain, Sriwijaya FC harus menerima kenyataan kalah di kandang sendiri pada laga perdana.
Meski tampil ngotot dengan dukungan suporter, mereka gagal mencetak gol balasan. Kekalahan ini tentu menjadi evaluasi serius bagi jajaran pelatih.
Meski demikian, kompetisi masih panjang. Sriwijaya FC diyakini akan bangkit di laga-laga berikutnya, terlebih mereka memiliki sejarah panjang sebagai salah satu tim besar di sepak bola nasional.
Kemenangan perdana Garudayaksa FC di markas lawan memberi sinyal bahwa mereka siap bersaing di Pegadaian Championship musim ini.
Dengan materi pemain yang relatif seimbang antara pengalaman dan talenta muda, ditambah strategi dari pelatih Eka Ramdani, Garudayaksa FC berpotensi menjadi salah satu kuda hitam kompetisi.
Tantangan konsistensi akan menjadi ujian berikutnya. Namun, kemenangan perdana di Palembang setidaknya menjadi modal moral penting untuk menatap musim yang panjang dan kompetitif.

