JAKARTA,TERMINALNEWS.ID – Suasana akhir pekan di Ibu Kota mendapat penjagaan ekstra. Polda Metro Jaya menggelar patroli skala besar pada Sabtu (6/9/2025) sore untuk mengantisipasi potensi kerawanan pascakericuhan di beberapa titik Jakarta.
Sebanyak 288 personel gabungan diturunkan. Mereka berasal dari Korps Samapta Mabes Polri, Brimob, Samapta, Reskrimum, Reskrimsus, Pamobvit Polda Metro Jaya, hingga unsur Pemprov DKI.
Patroli dimulai dari Polda Metro Jaya, lalu bergerak menyusuri sejumlah kawasan penting: Gelora Bung Karno, Fatmawati, Lebak Bulus, Pondok Indah, Arteri Permata Hijau, Palmerah, Tomang, Harmoni, Monas, sebelum akhirnya kembali ke markas Polda.
Menurut AKBP Ananto Herlambang, Kabagkerma Biroops Polda Metro Jaya, sasaran patroli mencakup kawasan rawan premanisme, markas komando yang terdampak kerusuhan, hingga lokasi rawan kerumunan massa.

“Patroli ini dialogis dan persuasif. Jika ada kerumunan, personel akan mengimbau agar segera membubarkan diri,” jelas Ananto.
Ia menekankan, patroli bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah proaktif agar masyarakat merasa tenang.
Program ini juga merupakan bagian dari “Jaga Jakarta+”, inisiatif Kapolda Metro Jaya untuk menghadirkan polisi lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mencegah tindak kejahatan sejak dini.
“Kami ingin polisi hadir bukan hanya saat masalah terjadi, tapi juga menjaga agar masyarakat merasa aman setiap hari,” tutup Ananto.|Foto :Istimewa

