JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Harapan Indonesia untuk menempatkan wakilnya di babak semifinal Universal Tennis Rating (UTR) Pro Tennis Tour Bali 2025 pupus sudah.
Hingga hari kelima turnamen, tiga petenis tunggal putra tuan rumah yang tampil di laga terakhir penyisihan grup tidak mampu meraih kemenangan.
Hasil ini memastikan tidak ada satu pun wakil Indonesia yang berhasil melangkah ke babak empat besar.
Petenis senior Anthony Susanto yang tampil untuk keempat kalinya di babak penyisihan Grup B harus mengakui ketangguhan lawannya, Stefan Storch asal Australia.
Pertandingan yang digelar di Lapangan A, Nusa Dua, Bali, berlangsung ketat selama 1 jam 40 menit. Anthony sempat mengawali laga dengan baik dan unggul 4-2 pada set pertama.
Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan. Storch balik menekan dan berhasil merebut set pertama dengan skor 6-4.
Anthony sempat bangkit di set kedua dengan perjuangan keras hingga tie-break. Dukungan penonton membuat semangatnya meningkat, dan ia sukses merebut set kedua dengan skor 7-6 (1).
Sayangnya, pada set penentuan, konsentrasi Anthony kembali goyah. Beberapa kesalahan sendiri pada poin-poin krusial membuatnya kehilangan momentum.
Storch akhirnya menutup laga dengan skor 6-4 di set ketiga. Kekalahan tersebut membuat Anthony hanya menduduki posisi keempat klasemen akhir Grup B dari lima peserta.
Di Grup A, petenis muda Indonesia, Renaldi Aqila Arifadli Salim, juga belum mampu mencatat kemenangan.
Pemain berusia 19 tahun itu menghadapi laga sengit melawan Eric Tripati asal Australia.
Pertandingan berjalan ketat hingga tiga set, namun Aqila takluk dengan skor 2-6, 6-2, 3-6. Dengan hasil ini, Aqila menutup fase penyisihan sebagai juru kunci Grup A.
Nasib serupa juga dialami wakil Indonesia lainnya, Tegar Abdi Satrio Wibowo. Petenis kelahiran 3 Maret 2003 itu tidak berdaya menghadapi kekuatan Alex Klincharov asal Australia.
Tegar harus menyerah dua set langsung dengan skor identik 2-6, 2-6. Kekalahan ini memastikan langkahnya terhenti di fase grup tanpa satu pun kemenangan.
Dengan tumbangnya ketiga wakil Indonesia, peluang tuan rumah untuk melangkah ke semifinal pun resmi tertutup.
Sesuai regulasi turnamen, hanya juara grup yang berhak melaju ke babak empat besar untuk memperebutkan peringkat satu hingga empat.
Empat tiket semifinal akhirnya direbut petenis asing. Dari Grup A, Alexander Chang asal Amerika Serikat memastikan tempat di semifinal, sementara dari Grup B, rekannya senegara, Luca Liu, juga melaju.
Sementara itu, dari Grup C, petenis Rumania Vladislav Melnic berhasil menembus babak empat besar. Tiket terakhir direbut petenis Ekuador, Patricio Alvarado, yang tampil dominan di Grup D.
Kegagalan wakil Indonesia di Bali kali ini menjadi catatan penting menjelang seri-seri berikutnya, termasuk M-25 yang akan digelar dalam waktu dekat.
Masalah konsistensi permainan, fokus saat memimpin, serta kegagalan memanfaatkan momentum penting menjadi faktor utama yang perlu diperbaiki para petenis Indonesia.
Turnamen UTR Pro Tennis Tour Bali 2025 sendiri merupakan bagian dari rangkaian kompetisi internasional yang digelar di berbagai negara.
Ajang ini menjadi wadah penting bagi petenis muda maupun senior untuk mengasah kemampuan, meraih poin, dan meningkatkan peringkat.
Bagi Indonesia, hasil kurang memuaskan di seri kelima ini diharapkan menjadi pembelajaran berharga untuk tampil lebih baik pada edisi mendatang.
Hasil Pertandingan Hari Kelima (Jumat, 29 Agustus 2025):
1. Stefan Storch (AUS) mengalahkan Anthony Susanto (INA) 6-4, 6-7(1), 6-4
2. Alex Klincharov (AUS) mengalahkan Tegar Abdi Satrio Wibowo (INA) 6-2, 6-2
3. Juao Graca (USA) mengalahkan Patricio Alvarado (ECU) 5-7, 0-6, 0-6
4. Diego Morais (POR) mengalahkan Maan Kasharwani (IND) 6-1, 6-1
5. Eric Tripati (AUS) mengalahkan Renaldi Aqila Salim (INA) 6-2, 2-6, 6-3
6. Stefan Menichella (USA) mengalahkan Rodion Malmygin (RUS) 6-3, 6-2
7. Cian Meguire (IRL) mengalahkan Ajay Malik (IND) 6-2, 6-4
8. Vladym Konovchuk (UKR) mengalahkan Yas Yadav (IND) 6-0, 6-2
Dengan hasil ini, turnamen memasuki fase semifinal yang akan mempertemukan para juara grup. Persaingan diprediksi semakin ketat karena setiap pemain ingin mengukir prestasi tertinggi di Bali.
Sementara itu, publik tenis Indonesia berharap kegagalan kali ini bisa menjadi cambuk motivasi bagi para petenis muda tanah air untuk terus berkembang dan lebih siap menghadapi persaingan internasional di masa depan.

