JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Federasi Futsal Indonesia (FFI) resmi mengumumkan hasil proses seleksi untuk dua slot ekspansi Pro Futsal League (PFL) musim 2025/2026.
Dalam pengumuman yang dirilis di Jakarta, FFI memastikan bahwa slot ke-13 dan ke-14 yang disiapkan untuk klub baru tidak akan terisi pada musim ini karena tidak ada calon klub yang memenuhi seluruh persyaratan seleksi.
Proses seleksi ekspansi ini diatur dalam Peraturan Federasi Futsal Indonesia Nomor: 015/FFI-LGL/VII-PER/2025.
Mekanisme seleksi mencakup beberapa tahap penting, mulai dari pemeriksaan administrasi, verifikasi dokumen, hingga uji kelayakan menyeluruh yang menilai kesiapan organisasi, aspek finansial, serta ketersediaan infrastruktur klub.
Namun, hingga batas akhir pendaftaran, tidak satu pun klub peserta seleksi mampu lolos verifikasi.
FFI menyatakan keputusan tersebut diambil bukan semata untuk menutup peluang, melainkan sebagai langkah menjaga standar profesionalisme liga.
Sekretaris Jenderal FFI, Perbager, menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga kualitas dan integritas PFL sebagai liga futsal profesional tertinggi di Indonesia. Menurutnya, ekspansi liga harus dilakukan secara hati-hati dan terukur.
“Pro Futsal League Indonesia sedang memasuki era baru. Kami ingin memastikan bahwa setiap klub yang masuk ke PFL tidak hanya siap bertanding di lapangan, tetapi juga memiliki manajemen yang sehat, keuangan berkelanjutan, serta infrastruktur yang mendukung profesionalisme. Standar ini harus dijaga agar PFL benar-benar menjadi liga futsal paling kompetitif dan profesional di kawasan,” ujar Perbager.
Ia menambahkan, kesiapan klub calon peserta merupakan kunci utama dalam seleksi. Klub tidak cukup hanya mengandalkan prestasi olahraga, melainkan juga harus menunjukkan tata kelola organisasi yang solid, kepatuhan finansial, hingga rencana bisnis jangka panjang.
Meski tidak ada klub baru yang lolos, FFI menyebut proses seleksi ekspansi tetap memiliki manfaat besar bagi perkembangan futsal nasional.
Proses ini memberikan gambaran standar kelayakan yang harus dipenuhi klub-klub yang bercita-cita masuk ke liga profesional.
“Proses seleksi ekspansi adalah kesempatan bagi klub-klub calon peserta untuk meninjau kembali kesiapan mereka. Kami percaya, dengan waktu dan komitmen yang serius, lebih banyak klub akan mampu mencapai standar kelayakan yang ditetapkan,” tambah Perbager.
Menurutnya, FFI akan terus membuka ruang evaluasi dan pembinaan agar klub-klub dari berbagai daerah dapat meningkatkan kapasitasnya.
Tujuan akhirnya adalah memperluas ekosistem futsal nasional yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.
Dengan tidak adanya tambahan klub baru, PFL musim 2025/2026 tetap akan diikuti oleh 12 klub peserta sebagaimana musim sebelumnya.
Meski demikian, FFI optimistis kompetisi musim ini akan tetap berlangsung ketat dan profesional.
“Keputusan untuk tidak memberikan slot ekspansi bukan berarti melemahkan liga. Justru ini memperkuat fondasi PFL agar pertumbuhan ke depan berjalan secara terukur. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah ekspansi dilakukan dengan prinsip keberlanjutan,” tegas Perbager.
FFI meyakini bahwa PFL bukan hanya sekadar kompetisi liga, tetapi juga simbol perjalanan futsal Indonesia menuju tingkat yang lebih tinggi.
Keberadaan liga profesional yang kuat diharapkan dapat menjadi panggung penting bagi pengembangan talenta futsal nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
Ke depan, FFI tetap membuka peluang ekspansi dengan syarat klub-klub calon peserta benar-benar siap memenuhi standar yang ditetapkan.
Dengan demikian, proses ekspansi diharapkan tidak hanya menambah jumlah peserta, tetapi juga meningkatkan kualitas kompetisi secara keseluruhan.
“FFI optimistis bahwa dengan perencanaan yang baik dan pembinaan berkelanjutan, lebih banyak klub akan mencapai standar kelayakan. Ini sejalan dengan misi kami menjadikan PFL sebagai liga futsal paling kompetitif di Asia Tenggara,” pungkas Perbager.
Keputusan tidak membuka slot ekspansi musim ini menegaskan bahwa FFI memprioritaskan kualitas ketimbang kuantitas.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas PFL sekaligus memberikan sinyal kepada klub-klub calon peserta bahwa kesiapan menyeluruh, baik di dalam maupun di luar lapangan, adalah syarat mutlak untuk bisa bersaing di level tertinggi futsal nasional.
Dengan demikian, meski jumlah peserta musim ini tidak bertambah, kualitas dan daya saing PFL 2025/2026 diproyeksikan tetap tinggi.
Para penggemar futsal nasional pun masih bisa berharap pada sajian kompetisi yang penuh persaingan, profesional, dan menjadi tolok ukur perkembangan futsal Indonesia.


