JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Ketua Umum Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI), Marsekal Muda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.D.S., secara resmi melantik Kolonel Pas Supomo sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Modern Pentathlon Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Prosesi serah terima jabatan tersebut berlangsung pada Kamis (21/8/2025) dan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat MPI Nomor 138 Tahun 2025.
Supomo menggantikan Marsma TNI Meka Yudanto, S.Sos., M.A.P., yang telah menuntaskan masa tugasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Marsda TNI Purwoko Aji menyampaikan apresiasi tinggi kepada pejabat lama atas dedikasi dan kerja kerasnya membangun fondasi modern pentathlon di DIY.
“Dedikasi dan kontribusi Bapak Meka Yudanto menjadi teladan sekaligus inspirasi bagi kita semua dalam mengembangkan olahraga ini. Apa yang telah dirintis harus kita lanjutkan dengan lebih baik,” ujar Purwoko Aji dalam sambutannya.
Kepada Kolonel Pas Supomo, Ketua Umum MPI menyampaikan ucapan selamat sekaligus menekankan pentingnya peran Pengprov dalam membangun ekosistem olahraga.
“Kami berharap MPI Pengprov DIY dapat menjadi contoh dalam menciptakan ekosistem olahraga yang sehat, produktif, dan berprestasi. Modern pentathlon bukan sekadar ajang meraih medali, tetapi sarana pembinaan generasi muda agar menjadi pribadi tangguh, berkarakter, dan memiliki daya saing,” tegasnya.
Menurut Purwoko, MPI memiliki misi bukan hanya mencetak atlet profesional, tetapi juga menciptakan ruang pembinaan yang terstruktur melalui pelatihan, kompetisi berjenjang, serta dukungan teknologi.
“Kami ingin olahraga ini menjadi wahana untuk mencetak atlet yang siap tampil di pentas dunia,” tambahnya.
Dalam arahannya, PP MPI menegaskan komitmen memperkuat jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah, sektor swasta, serta federasi internasional.
Langkah ini diambil guna menciptakan sistem pembinaan olahraga modern pentathlon yang profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Kami akan terus mendorong penyelenggaraan event berskala nasional hingga internasional. Target kami, Indonesia bukan hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga mampu menjadi tuan rumah ajang bergengsi seperti SEA Games, Asian Games, bahkan kejuaraan dunia,” papar Purwoko.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana sebagai faktor penentu keberhasilan pembinaan atlet.
Menurutnya, pembangunan fasilitas latihan modern pentathlon di berbagai daerah akan menjadi fokus ke depan, termasuk mendorong pusat-pusat latihan unggulan di tingkat provinsi.
Modern pentathlon merupakan cabang olahraga multievent yang menggabungkan lima disiplin, yakni renang, anggar, berkuda, lari lintas alam, dan menembak.
Di Indonesia, olahraga ini masih tergolong baru, sehingga tantangan terbesar adalah meningkatkan pemahaman, minat, dan dukungan masyarakat terhadap cabang olahraga ini.
Purwoko menegaskan bahwa strategi pembinaan harus dimulai dari akar rumput melalui pengenalan modern pentathlon di sekolah, akademi olahraga, serta komunitas.
“Pembinaan sejak dini adalah kunci. Dengan dukungan ekosistem yang kuat, kami optimistis modern pentathlon Indonesia mampu bersaing di level internasional,” ujarnya.
Pelantikan Kolonel Pas Supomo menjadi momentum penting untuk melanjutkan program kerja MPI di DIY.
Kepemimpinan baru diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, KONI, hingga dunia pendidikan.
“Kami siap melanjutkan tongkat estafet dan menjalankan program pembinaan sesuai arahan Pengurus Pusat. Target kami jelas: mencetak atlet potensial yang mampu mengharumkan nama DIY dan Indonesia,” kata Supomo usai pelantikan.
Di bawah kepemimpinan Supomo, MPI DIY berencana memperbanyak kegiatan sosialisasi dan kompetisi tingkat daerah untuk menjaring talenta muda.
Selain itu, pembinaan berbasis sport science dan pengembangan pelatih bersertifikasi juga menjadi prioritas agar pembinaan atlet berjalan efektif.
Acara serah terima jabatan ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga simbol komitmen MPI untuk mencetak sejarah baru di dunia olahraga Indonesia.
Dengan dukungan berbagai pihak, modern pentathlon diyakini dapat berkembang menjadi cabang unggulan yang berprestasi di tingkat internasional.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal memperkuat ekosistem olahraga yang sehat, produktif, dan berorientasi pada prestasi. Dengan kerja sama semua pihak, Indonesia bisa bersaing dan bahkan memimpin di cabang modern pentathlon,” pungkas Purwoko.

