BerandaEntertainmentBertaut Rindu Menggema di...

Bertaut Rindu Menggema di Layar Lebar: Sebuah Film yang Menyembuhkan Luka Diam-diam

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Bertaut Rindu, film drama keluarga yang disutradarai Rako Prijanto, bukan sekadar tontonan. Ia adalah ruang aman, tempat perasaan-perasaan yang selama ini terkunci dalam diam bisa bernapas. Sejak tayang perdana pada 31 Juli 2025, film produksi SinemArt ini langsung mencuri perhatian publik, terutama generasi muda dan keluarga urban yang selama ini rindu disapa oleh kisah yang dekat, jujur, dan manusiawi.

Lebih dari puluhan ribu penonton memadati bioskop-bioskop di Jabodetabek hanya dalam empat hari pertama. Mereka keluar dari studio dengan mata sembab, dada sesak, namun hati terasa lega—seolah baru saja berbicara dengan sisi terdalam dari diri sendiri.

“Aku merasa seolah Jovanka adalah aku yang dulu. Yang cuma ingin didengar, dimengerti, tapi seringnya dianggap salah,” ujar Nia, 23 tahun, penonton di XXI Kota Kasablanka, yang datang bersama ibunya.

Bertaut Rindu: Ketika Mimpi dan Realita Tak Selalu Sepakat

Di tengah gempuran film-film berformula cepat dan aksi visual, Bertaut Rindu menawarkan sesuatu yang lebih pelan, namun jauh lebih dalam: keintiman. Film ini menggambarkan hubungan anak dan orang tua dengan segala kegetiran dan kehangatannya, tanpa menggurui.

Baca Juga :   Danyang: Mahar Tukar Nyawa, Film Horor Indonesia Berbalut Drama Cinta Keluarga Siap Tayang di 10 Negara

Adhisty Zara dan Ari Irham tampil gemilang sebagai Jovanka dan Magnus, dua karakter yang tumbuh dalam keraguan, perasaan tidak cukup, dan kebutuhan untuk diperjuangkan—bukan sekadar dipenuhi. Konflik mereka terasa sangat personal, namun juga universal: tentang mimpi yang tak selalu didukung, dan suara hati yang sering diabaikan oleh orang terdekat.

Surat untuk Diri Sendiri: Instalasi yang Membuat Penonton Menangis Dalam Diam

Tak hanya mengandalkan kekuatan narasi, Bertaut Rindu memperluas pengalamannya lewat serangkaian instalasi emosional yang menyertai penayangan. Salah satunya, “Surat untuk Diriku di Masa Lalu”, sebuah ruang refleksi tempat penonton menuliskan isi hati untuk versi diri mereka yang lebih muda.

Lebih dari 500 surat telah dikumpulkan. Isinya? Harapan yang tertunda, permintaan maaf yang tak sempat terucap, dan mimpi yang belum berani dijemput. Tidak untuk pamer, melainkan untuk berdamai.

Ada pula Ruang Bertaut Rindu, tempat dua orang asing mencurahkan isi hati tanpa saling melihat. Tangis pecah. Kata-kata tumpah. Diikuti lebih dari 200 orang, kegiatan ini menjadi metafora nyata: terkadang, yang kita butuhkan bukan nasihat, tapi tempat untuk merasa cukup.

Baca Juga :   5678things Merilis Ulang EP Siuversa; Song Is Our Conversation

Musik dan Puisi yang Menyulam Luka

Pengalaman menonton semakin lengkap dengan lagu tema “Seiring” yang dinyanyikan Jasmine Nadya, diiringi aransemen lembut karya Denny Indrajaya dan Ryan Pitna. Liriknya menyatu dalam adegan, seolah menjadi napas emosional film ini.

Kegiatan Puisi on the Spot bersama penyair muda Hamzah Muhammad juga menjadi titik temu antara seni dan perasaan. Di tengah keramaian bioskop, Hamzah membacakan puisi yang ditulis langsung berdasarkan suasana penonton—membuat kata-kata menjadi jembatan antara emosi dan ekspresi.

Lebih dari Sekadar Film Keluarga

Yang membuat Bertaut Rindu istimewa adalah keberaniannya untuk tidak hanya berbicara pada anak muda, tapi juga mengundang orang tua untuk ikut mendengarkan. Film ini tidak menyalahkan, tapi menyentuh sisi manusiawi dari setiap generasi: keinginan untuk dimengerti, dan ketakutan akan kehilangan.

“Film ini seperti jembatan diam yang akhirnya bisa kami lewati bersama,” kata Fahmi, 45 tahun, ayah dua anak, yang menonton bersama keluarganya.

Dari Buku ke Layar Lebar

Baca Juga :   Anya Geraldine Jadi Biduan "Mendadak Dangdut" Ikuti Kisahnya yang Penuh Tawa dan Perjuangan

Disadur dari novel berjudul sama karya Tian Topandi, pemenang The Writers Show (TWS) Gramedia Writing Project 2021, film ini mempertahankan kedalaman emosional versi bukunya. Naskah yang kuat dan sinematografi yang intim menjadikan Bertaut Rindu lebih dari adaptasi—ia menjadi interpretasi sinematik yang setia namun segar.

Promo Spesial: Beli 1 Gratis 1, Ajak Orang yang Kamu Sayang

Dalam semangat kebersamaan, Bertaut Rindu menghadirkan promo spesial “Beli 1 Gratis 1 Tiket” hingga 6 Agustus 2025. Promo ini dirancang agar semakin banyak keluarga bisa menonton bersama dan membuka ruang untuk obrolan-obrolan penting yang selama ini tertunda.

Untuk yang Rindu Tapi Diam: Inilah Film yang Bisa Menyuarakan Hatimu

Jika kamu sedang mencari alasan untuk bicara, meminta maaf, atau sekadar mengatakan “aku sayang kamu” pada orang yang kamu cintai—Bertaut Rindu bisa menjadi awal yang lembut dan menyentuh.

Jangan tunda. Tonton Bertaut Rindu di bioskop terdekat. Rasakan, hayati, dan mungkin… temukan kembali suara hatimu yang selama ini tenggelam dalam kesibukan.

Ikuti info terbaru dan aktivitas film ini di Instagram: @bertautrindu_movie @sinemart_movie @sinemart_ph

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -