BerandaTravelNgaji Deling Bambu Unik...

Ngaji Deling Bambu Unik Kitab Tak Tertulis Tapi Bisa Dibaca

OLEH: ALEX PALIT

DALAM KHASANAH pengaji deling (bambu unik) Komunitas Pecinta Bambu Unik Nusantara (KPBUN), “ngaji deling” adalah membaca apa yang tersurat dan tersirat di balik simbolisasi keunikan bambu unik sebagai kitab tanpo waton ora tinulis ning iso diwoco, membaca kitab tak tertulis, tidak ditulis tapi bisa dibaca.

Dari simbolisasi bahasa tanda, baik yang tersurat dan tersirat dalam bambu unik, kita diajak membaca, menterjemahkan dan memberi arti dari makna pesan yang tersembunyi didalamnya untuk kemudian dipahami oleh tindakan batin atau pengalaman batin, dan kemudian dimaknai lebih jauh lagi sebagai pedoman atau tindakan di tengah kehidupan.

Dalam khasanah budaya Jawa, ngaji deling inipun oleh leluhur nenek moyang dipakai sebagai pedoman atau sarana ajaran budi pekerti sebagai kitab nyoto seng alami sejareno laku urip, kitab nyata yang alami sebagai pedoman hidup, sebagai sarana pedoman ajaran budi pekerti.

Baca Juga :   Indonesia Sabet Penghargaan Desain Paviliun Terbaik di SITF 2026, Potensi Transaksi Tembus Rp144 Miliar

Begitupun lewat “ngaji deling” kitab tanpo waton ora tinulis ning iso diwoco, tidak sekedar mengajak kita: ngaji rasa, ngaji diri. Dalam hal ini sekaligus membangunkan kesadaran kita “membaca diri” agar lebih baik lagi dalam menapaki hidup dan kehidupan.

Dari makna simbolik atau bahasa tanda yang mawujud berupa ayat-ayat yang ada di bambu unik, kita diajak membaca apa yang tak tertulis tapi bisa dibaca dari ragam makna yang tersurat sampai tersirat sesuai takaran masing-masing. Yang mana semua ini dapat dirasakan dari “getaran rasa” energi kosmologi yang meruang-lingkupi yang ada di simbolisasi, makna simbolik atau bahasa tanda simbolis bambu unik tersebut.

Inti ngaji deling juga tidak sekedar membaca uniknya bambu unik, sekaligus juga mengajak manusia pada pengembaraan spiritual dalam hubungannya manusia sebagai jagad cilik (mikrokosmos) dan alam semesta sebagai jagad gede (makrokosmos) lewat ngaji bahasa deling.

Baca Juga :   Libur Telah Tiba, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila

Manusia tidak akan mampu menjangkau membuka tabir rahasia misteri alam semesta, selain mentafakuri. Lewat tanda-tanda kebesaran alam, walau hanya dari sepotong bambu unik, setidaknya semakin menebalkan keimanan dan ketakjuban atas kebesaran Tuhan Semesta Alam. Tak ada yang tak ada atas kehendak kuasa-Nya.

Manusia tak akan mampu sepenuhnya menjangkau membuka tabir misteri Dzat Allah, tapi setidaknya di sini manusia selain diajak mentafakuri atas kebesaran Sanghyang Khaliq, juga bagaimana mengenalinya lewat perupaan aneka ciptaan-Nya.

Lewat tanda-tanda kebesaran alam setidaknya akan semakin menebalkan keimanan dan ketakjuban kita akan kebesaran Tuhan Semesta Alam sebagai Sang Maha Pencipta. Kendati itu hanya dari perupaan wujud sepotong bambu unik. Di sini kita diajak membaca, menafsir, menterjemahkan dan memaknai apa yang tersurat dan tersirat di balik spesifikasi keunikan makna simbolik bahasa tanda tersebut.

Baca Juga :   LRT Jabodebek Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam pada 17 Agustus

#Alex Palit, pendiri Komunitas Pecinta Bambu Unik Nusantara (KPBUN)

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Ferry Juliantono: Koperasi Jadi Aktor Utama Transformasi Ekonomi Konstitusi

TEREMINALNEWS.ID, JAKARTA — Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara...

Debut Impian Mitchell Lee Baker, “Si Bokor” Cetak Hattrick saat Indonesia Gilas Kamboja 5-1

TERMINALNEWS.ID, BOGOR – Timnas Indonesia membuka langkah di Piala AFF 2026...

Garena dan KADOKAWA Umumkan Anime Free Fire Daybreak, Tayang Perdana Musim Semi 2027

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Garena bersama KADOKAWA CORPORATION resmi mengumumkan Free Fire...

Lamine Yamal Difavoritkan Raih Ballon d’Or 2026, Messi dan Harry Kane Masuk Tiga Besar

TERMINALNEWS.ID, LONDON – Berakhirnya Piala Dunia 2026 membuat persaingan menuju penghargaan...

- A word from our sponsors -